Sabtu, 14 November 2015

Review Google+

GOOGLE+ : THE GOOD,THE BAD & THE UGLY

Ketika saya pertama kali menggunakan Google+ saya sedikit mengganggap remeh situs ini, tetapi semakin saya gunakan dan  saya perhatikan, saya mulai menyukai situs ini. Meskipun telah dianggap pesaing Facebook, namun situs ini sangat berbeda dengan Facebook. Saya ingin berbagi pendapat saya mengenai pro dan kontra dari Google+.

THE GOOD

Better Privacy

Google+ menggunakan diaspora seperti berbagi konten dengan menggunakan kalangan. Saya rasa format ini sangat menarik bagi berbagai user yang bekerja untuk menyeimbangkan kehidupan professional dan pribadi mereka. Google+ membuat anda lebih mudah untuk menargetkan kontet kedalam inner circle anda. Namun, hal ini juga dapat merepotkan karena anda harus menambahkan inner circle yang tepat untuk setiap postingan anda.
Facebook sering dikritik untuk perubahan privasi yang meragukan user, dan Google tampaknya melayani para pengguna Facebook yang kurang nyaman dengan perubahan privasi pada situs itu dengan menggunakan privasi di satu lokasi. Menghapus akun sosial itu sangat mudah untuk dilakukan, begitu juga dengan menghapus fitur sosial. Nah, mungkin kelebihan ini yang menarik bagi para Facebookers untuk berpaling menggunakan Google+.

THE BAD

Complexity

Setelah anda log-in, anda dapat mengatakan bahwa beberapa orang jenius telah menciptakan situs ini. Namun, menurut pendapat saya,UI-nya terlalu ribet buatbeberapa user. Ada terlalu banyak pilihan dan fitur berbeda buat orang yang hanya ingin memposting sebuah informasi. Namun, hal ini dapat dibuat lebih sederhana oleh Facebook dan Twitter. Dan itu menjadi keunggulan mereka.
Untuk memposting sesuatu, user harus menemukan koneksi untuk menambahkan circle, menambahkan saran dan teman-teman baru untuk dimasukkan kedalam circle dan memperbaharui konten untuk orang-orang tertentu yang memilih circle(yang masuk kedalam’your circle’ atau ‘extended circles’).

THE UGLY

The Product Name & Element Names

Seperti yang dikatakan oleh Danny nama Google+ itu tidak terlalu bagus. Konvensi penamaan dan servicenya juga tidak terlalu baik. Bukannya memberikan ‘like’ seperti pada situs lain, dalam Google+ user memberikan +1 pada postingan yang mereka sukai. Jumlah like+1 terdaftar denganposting dalam bentuk +#. Jadi kalau ada 7 orang yang menyukai postingan anda maka dia akan terlihat+7. Tapi kalau yang menyukai posyingan anda hanya 1 orang itu malah bikin bingung.
I apologize for this next sentence in advance, but there is no better way to state it. Dari apa yang sudah saya amati sejauh ini, setiap posting Google+ yang ada ‘+1ed’-nya di Google+ itu gakmunculdi Google+, jadi dia offsendiri dari Google+nya. Banyak yang harus dibahas sebenernya. Tapi, pada dasarnya tombol +1 di Google+ itu gak sama kayak tombol +1 di SERPs, yang mana init uh bener-bener aneh dan membingungkan.

Nama-nama elemen lain juga membingungkan. Google talk ada di tampilan bawah chat di navigasi kiri, tapi ‘Hangouts’ tidak ada di dekat bagian chatting navigasi, kemudian ‘huddles’ yang tidak bisa ditemukan di web. Kemudian jika ada berita itu jugamalah disebut ‘spark’ ketika ada grup didalam ‘circles’. Terlalu banyak elemen untuk user yang hanya ingin berkomunikasi.

Senin, 26 Oktober 2015

Tutorial membuat vektor menggunakan Adobe Ilustrator

Dalam postingan saya kali ini saya akan membuat tutorial bagaimana cara membuat vektor menggunakan adobe ilustrator, tata caranya dapat anda lihat di YouTube dengan link berikut :https://youtu.be/J8AGYCms7kk

semoga tutorial ini bermanfaat bagi teman-teman semua. selamat malam.

Jumat, 05 Juni 2015

IT'S OKAY TO HOPE !

Harapan, ya suatu hal yang selalu ada dalam setiap langkah kehidupan manusia, tak terkecuali kita. Sebuah harapan selalu menyertai kita. Seperti harapan mendapatkan bonus penghasilan, atau mengikuti sebuah undian berhadiah  berharap mendapatkan sebuah hadiah utama. Ya benar sekali harapan akan selalu membawa motivasi untuk kita melangkah satu persatu. Sebuah langkah mudah dalam membangun harapan adalah sebuah keyakinan. Hal utama untuk membangun semua yang kita inginkan.

Apakah mimpi dan harapan sama? Perbedaan antar keduanya sangatlah tipis, mimpi adalah suatu harapan dan angan kita saat kita tak sadar, dalam hal ini adalah tertidur atau beristirahat. akan tetapi banyak orang hanya menganggap mimpi itu adalah sebuah bunga tidur. akan tetapi apabila kita yakin dan berusaha akanlah kita mendapatkan mimpi – mimpi yang awalnya hanyalah bunga tidur tadi. 
Sedangkan harapan itu adalah suatu angan kita secara sadar kita menginginkannya. jadi dengan itu kita langsung berusaha untuk mendapatkan harapan tadi. Sebagai contoh kita memiliki harapan mendapatkan pendapatan tinggi, ya kita berusaha dengan bekerja keras sesuai dengan kemampuan kita.

Problematika yang sering ditemukan dalam kehidupan manusia tentang harapan adalah Manusia hanya banyak berharap dan mereka kurang berusaha dan berdoa, atau hanya berusaha tanpa berdoa, ataupun hanya berdoa tanpa berusaha. Hal ini adalah sia – sia, Tuhan meminta umatnya menyeimbangkan keduanya untuk mendapatkan semua harapan tersebut. Tuhan Mmenyarankan kita untuk Berusaha dengan keras dan berdoa untuk dapat mewujudkan semua yang kita harapkan. Jadi Sekarang, hanya bagaimana cara anda membuat semua mimpi dan harapan anda menjadi nyata.


 “We dream to give ourselves hope. To stop dreaming – well, that’s like saying you can never change your fate.” ― Amy Tan, The Hundred Secret Senses

PHOBIA ? TERUS GIMANA ?

Kata phobia mungkin sudah seringkali Anda dengar. Ya, kata yang akrab dengan ketakutan berlebih ini, telah banyak di derita oleh kebanyakan masyarakat. Akan tetapi sampai saat ini masih banyak yang belum mengetahui apa penyebab dari phobia yang dialaminya. Phobia? Ini penyebabnya.
Phobia atau gangguan anxietas fobik merupakan rasa ketakutan yang berlebihan pada suatu hal atau fenomena. Ketakutan yang terjadi bersifat irrasional dan tidak masuk akal. Hal ini terjadi karena penderita phobia menggunakan bahasa rasa dalam melihat sumber ketakutan tersebut. Berbeda dengan pengamat phobia (orang yang melihat penderita phobia), mereka menggunakan bahasa logika dalam melihat hal tersebut. Sehingga saat penderita mengalami phobia, pengamat phobia akan mengganggap hal itu sebagai hal yang lucu. Namun dibalik itu semua, tahukah Anda apa penyebabnya?
Phobia seringkali terjadi akibat adanya pengalaman buruk atau trauma di masa lalu. Namun hanya mengalami sesuatu yang buruk tidaklah cukup untuk menjadi phobia. Untuk bisa menyebabkan phobia, setidaknya hal buruk tersebut harus menjadi fiksasi, yakni suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci yang terjadi akibat ketidakmampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan rasa takutnya.

Phobia ini juga saya rasakan sendiri. Hal yang benar-benar sangat tidak masuk akal adalah bahwa saya takut terhadap polisi. Jika teman-teman saya atau orang lain bertanya mengapa saya bisa takut terhadap polisi, saya pasti hanya akan menjawab “Takut ditembak”. Karena memang hanya itu alasan saya. Dulu, saya tinggal di kawasan asrama polisi. Dan setiap pagi dan sore hari para polisi tersebut akan lari keliling asrama sambil bawa senapan. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Namun, suatu sore saat saya sedang susah makan ibu saya akan menakut-nakuti saya dengan satu kalimat ampuh yang cukup membuat saya takut sampai sekarang. “Kalo gamau makan nanti mama kasih polisi loh biar ditembak.” And that’s it. Seketika saya takut setengah mati sama polisi.
Sekarang di umur saya yang hampir berkepala dua pun kalau dijalan ketemu polisi, rasanya pengen lari sekencang-kencangnya dan nangis. Banyak dari teman saya yang bilang kalu itu lebay, ya tapi gimana lagi kan namanya juga phobia.

Saya sempat membaca artikel bahwa phobia itu ternyata ada ratusan jenis ! namun sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi bagian kecil yang cakupannya luas namun lebih spesifik. Menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) jenis phobia itu ada 3, yaitu :
1.    Phobia sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obek/keadaan tertentu). Misalnya takut pada binatang, tempat tertutup, ketinggian dan lain-lain.
2.    Phobia sosial (Phobia terhadap pemaparan situasi sosial). Seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.
3.    Phobia kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka). Misalnya di mall atau di kendaraan umum. Orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.

Sebenarnya ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia diantaranya adalah sebagai berikut : 
1.    Hypnotheraphy : Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2.    Flooding : Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3.   Desentisisasi Sistematis : Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.
4.    Abreaksi : Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.
5.  Reframing : Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

Mungkin cukup segitu dulu bagi-bagi ceritanya. Nanti kalau saya sudah tau lebih banyak dan phobia saya bisa sembuh, mungkin saya akan cerita lagi. See ya !

Sabtu, 25 April 2015

PANDANGAN HIDUP

CITA – CITA, KEBIJAKAN DAN KEPERCAYAAN.

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Saya sebagai individu pun memiliki pandangan hidup, sebagaimana seperti yang kita ketahui bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain. Mungkin bagi sebagian orang ini merupakan hal yang sangat sepele, saya hanya ingin menjadi “orang baik”. Mengapa saya ingin menjadi orang baik ? karena menjadi orang baik itu tidaklah mudah. Menurut pandangan saya, orang baik itu adalah orang yang baik dalam segala hal. Baik itu akhlak, ibadah, kehidupan, sosialisasi, finansial dan berbagai macam hal lainnya.
Karena saya menyadari masih banyak PR untuk dilakukan, maka saya berusaha merubah semua itu, dengan apa ? dengan ibadah, usaha dan do’a. Tiga hal tersebut adalah tindakan dasar untuk melakukan sesuatu. Seperti saat ini misalnya, saya sedang menduduki jenjang perkuliahan. Dimana saat ini saya kuliah masih dibiayai oleh orang tua saya, saya mempunyai target untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan ipk yang baik dan membuat orang tua saya bangga karena telah membiayai saya.
Setelah saya lulus, saya akan mencari pekerjaan yang competible dengan kemampuan saya dan dengan payment yang menurut saya cukup untuk kehidupan saya dan kedua orang tua saya di masa tuanya. Saya percaya bahwa ketika saya sudah dewasa nanti saya berkewajiban mengurus kedua orang tua saya. Maka dari itu saya harus menyiapkan semua yang terbaik untuk mereka sama seperti saat mereka menyiapkan yang terbaik jauh sebelum saya lahir ke dunia ini.
Awalnya saya memiliki cita-cita untuk menjadi Psycholog, namun karena pada saat mendaftar ke perguruan tinggi saya tidak usaha adengan sungguh-sungguh maka cita-cita tersebut kandaslah sudah. Sekarang saya berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Depok dan mengambil jurusan IT. Dan mulai dari sekarang saya akan menjalani perkuliahan ini dengan baik dan mengambil segala resiko yang ada di dalamnya karena ini sudah menjadi pilihan saya.
Saya yakin jika segala sesuatu diajalani dengan tekun dan niat yang kuat, maka keberhasilan ada di depan mata. Karena saya percaya Tuhan tidak akan memberi ujian yang tidak bisa dilakukan oleh hambanya-Nya. 

KEADILAN DI MATA MASYARAKAT KELAS BAWAH


DAMPAK KEADILAN YANG TIDAK MERATA

Menurut KBBI, hukum merupakan peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan dilakukan oleh penguasa atau pemerintah, undang-undang, peraturan dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat. Sedangkan keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain, seseorang itu bertindak adil apabila orang memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan haknya dan bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai dengan harkat manusia mempunyai derajat yang sama di mata hukum.
Kondisi hukum di Indonesia saat ini belum mencerminkan keadilan yang sesungguhnya. Maraknya tindakan korupsi dan tindakan pidana yang semakin memperlihatlan bahwa keadilan di Negara kita belum merata. Kehidupan yang tidak merata membuat banyak warga Negara yang tidak mendapatkan keadilan sepenuhnya.
Indonesia dikenal sebagai negara hukum, namun Indonesia juga dikenal sebagai Negara yang mempunyai sistem hukum tumpul keatas dan tajam kebawah. Keadaan hukum yang tidak merata akan berdampak buruk terhadap moral bangsa.
Kondisi hukum di Indonesia tampak tidak benar-benar dijalankan berdasarkan pancasila dan undang-undang, keadaan seperti ini membuat hukum tidak seimbang. Terlihat jelas pada kasus-kasus yang lebih memberatkan hukuman kepada masyarakat kecil yang terlibat dengan hukum pidana dibandingkan dengan para pejabat pemerintahan yang kasus-kasusnya bisa direkayasa dengan mengandalkan uang dan jabatan tinggi. sampai saat ini banyak kasus yang masih belum selesai dengan tanggapan yang minim dari para penegak hukum pemerintahan Indonesia. Kita mengenal Negara Republik Indonesia sebagai Negara hukum, namun hukuman yang tidak merata terhadap masyarakat kecil semakin memperlihatkan bahwa keadilan hukum yang kita anut selama ini tidak berjalan sesuai dengan tujuan Negara, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai contoh, di Situbondo seorang nenek berusia 63 tahun yang dituding mencuri batang pohon kayu jati milik Perhutani KPH Bondowoso. Nenek tesebut sudah mendekam di penjara sejak lima bulan lalu dan kasusnya masih bergulir hingga saat ini, padahal menurut sang Nenek ia mengambil batang pohon itu dari lahannya sendiri ima tahun silam. Nenek ini dijerat dengan pasal 12 juncto pasal 83 UU Nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan.
Kasus tersebut dapat kita bandingkan dengan kasus yang menimpa para pejabat tinggi negara. Sebagai contoh saya akan mengambil kasus yang menimpa Panda Nababan yang berkedudukan selaku sekretaris fraksi PDIP yang di duga menerima uang suap Rp 1,5 miliar dalam kasus travel cek dalam pemilihan Deputi Gubernur senior Bank Indonesia pada tahun 2004 yang diungkap oleh jaksa penuntut umum komisi pemberantasan korupsi (KPK) hanya diberi hukuman selama 1 tahun 5 bulan.
Berkaca dari kedua kasus diatas, dapat dilihat bahwa keadilan hukum antara pejabt negara dengan masyarakat kalangan bawah itu sangat berbeda, diantaranya yaitu menimbulkan kecemburuan sosial antara kelompok masyarakat kelas bawah dengan kelas atas. Masih banyak lagi kasus-kasus yang diduga direkayasa diantaranya kasus Bank Century, kasus Antasari Azhar dan Nasarudin yang hingga saat ini belum selesai bahkan terkesan terabaikan dengan pengalihan kasus lainya.

Keadaan keadilan yang tidak merata bagi semua kalangan dapat membuat hilangnya kepercayaan masyarakat, masyarakat kecil semakin tertindas, hilangya moral bangsa dan yang pasti tujuan Negara akan terabaikan dengan tidak melaksanakan aturan-aturan yang telah di buat dalam dasar Negara, yaitu pancasila dan undang-undang. Ketidakadilan ini juga akan menyebabkan semakin merajalelanya para koruptor untuk melalap uang rakyat dalam rangka memperkaya diri sendiri sehingga pembangunan negeri ini terhenti dan menyebabkan angka kemiskinan bertambah. Seharusnya para penegak hukum benar-benar menjalankan tugas dengan baik dengan menjunjung tinggi keadilan dan menjalankan peraturan undang-undang dengan bijaksana, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang adil, serta hukuman yang diterima sesuai dengan apa yang telah dilanggar para pidana.

Sabtu, 14 Maret 2015

Konsep Pengambilan Keputusan untuk Sistem Informasi

BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Setelah perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, maka semakin banyaklah perusahaan di Indonesia yang menerapkan Sistem Informasi Managemen (SIM). Karena mereka mulai menyadari SIM sangat besar manfaatnya bagi peningkatan kinerja organisasi. Perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi pada dewasa ini tidak akan unggul di dalam persaingan. Ukuran penggunaan sistem berhubungan erat dengan pendekatan kepuasan pemakai. Banyak peneliti mengakui bahwa kepuasan pemakai SIM merupakan indikator yang penting dalam menentukan keberhasilan dalam mendesain dan mengimplementasikan SIM.  Akan tetapi sebenarnya Sistem Informasi Managemen (SIM) telah ada sebelum adanya perkembangan teknologi informasi (teknologi komputer). SIM telah digunakan oleh para pimpinan organisasi atau perusahaan, dalam upaya pengambilan keputusan walaupun masih terbatas. Saat itu, proses pengambilan keputusan yang dilakukan masih sangat sederhana.
Segala sesuatunya masih berjalan secara manual dan masih lamban karena semua data yang tersimpan dalam bentuk lembaran - lembaran arsip yang beraneka ragam. Sehingga  pimpinan memerlukan suatu informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang harus diputuskan atau diambil kebijakan, maka tidak ada cara selain membongkar semua arsip yang dibutuhkan. Kadangkala jika arsip tersebut telah ditemukan tulisannya sudah kabur, kertasnya sudah kusam, atau bahkan mungkin sudah rusak karena dimakan rayap atau kutu buku dan sejenisnya. Pendek kata, proses pencarian arsip dan dokumen yang dibutuhkan sebagai dasar dari pengambilan keputusan bagi sang pimpinan sangatlah lamban dan membutuhkan waktu yang lama. 
Sistem informasi manajemen diharapkan mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan akurat. Namun disadari bahwa dengan berbagai peran yang dimiliki dalam aktivitas yang dilaksanakannya, setiap orang berusaha untuk dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dengan baik. Dalam usaha memecahkan suatu masalah, pemecah masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan. Kondisi ini menjadi tidak mudah dengan semakin rumitnya aktivitas dan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Apalagi informasi yang dibutuhkan tidak berasal langsung dari sumbernya. Untuk itu manajemen sebagai pengguna informasi membutuhkan suatu sistem pendukung (support systems) yang mampu meningkatkan pengambilan keputusannya, terutama untuk kondisi yang tidak terstruktur atau pun sistem pendukung untuk tingkatan tertentu saja. Ada dua alasan penting mengapa manajemen membutuhkan sistem pendukung yang mampu untuk meningkatkan pengambilan keputusannya.
  Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Dalam proses perencanaan, pihak manajemen berusaha memikirkan apa saja yang akan dikerjakannya, berupa ukuran atau jumlahnya, siapa yang akan melaksanakan dan mengendalikannya agar tujuan organisasi/perusahaan dapat tercapai. Dalam kerangka itu semua, diperlukan informasi, dan informasi yang relevan dengan proses perencanaan harus disediakan. Alat untuk menyediakan informasi tersebut dapat berupa sebuah SIM, atau dapat juga usaha khusus seperti pengumpulan data baik internal maupun eksternal, yang nantinya dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan dan memberikan kontribusi pada kinerja pemakai. Jadi, informasi adalah bahan dasar bagi pimpinan organisasi atau mana- jer dalam membuat rencana, merumuskan kegiatan atau mengambil kebijakan/ keputusan. Pengambilan keputusan meru- pakan peranan manajemen yang paling penting, dan tersedianya sumber informasi yang reliabel merupakan komponen kunci bagi pembuatan keputusan manajemen. 




BAB II
Pembahasan
Konsep Pengambilan Keputusan

2.1  Proses Pengambilan Keputusan
Model pengambilan keputusan menurut Herbert A. Simon  sebagai dasar menjelaskan proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu:
1.              Penyelidikan (Inteligence). Mempelajari lingkungan untuk menentukan kondisi keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan disajikan untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2.              Perancangan (Design). Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3.              Pemilihan (Choice). Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.

Model pengambilan keputusan menurut Rubenstein dan Haberstroh mengemukakan langkah – langkah berikut :
1.              Pengenalan Masalah atau kebutuhan untuk pengambilan keputusan
2.              Analisis dan laporan alternatif
3.              Pemilihan diantara alternatif
4.              Komunikasi dan pelaksanaan keputusan
5.              Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.

Kedua model  tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa pelaksanaan adalah keputusan dan keputusan lain diperlukan untuk langkah selanjutnya.
Model Simon adalah relevan bagi perancangan sistem informasi manajemen.
2.1.1        Tahap proses penyelidikan. 
Merupakan proses pencarian melibatkan suatu pengujian data baik dalam cara yang telah ditentukan dahulu maupun dalam cara khusus. SIM harus menyediakan kedua fasilitas tersebut. Sistem informasinya sendiri harus memeriksa semua data dan menimbulkan suatu permintaan uji pada manusia atas situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk persoalan yang diterima agar dialirkan ke atas dalam organisasi sampai diambil suatu tindakan terhadapnya.
2.1.2        Tahap proses perancangan.
SIM harus memiliki model-model keputusan  ntuk mengolah data dan menimbulkan pilihan pemecahan. Model tersebut harus membantu dalam menganalisis pilihan.    
2.1.3        Tahap proses pemilihan.
Sebuah SIM adalah paling efektif bila hasil rancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong keputusan. Bila pilihan telah diambil, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penaksiran kelak.

2.2.1 Tahap penyelidikan dan Perancangan
.
Terdapat tiga aspek terpenting dalam tahap penyelidikan dan perancangan.
2.2.1.1  Penemuan masalah.
Menemukan perbedaan antara beberapa situasi yang ada dan  harapan. William F. Pounds mengidentifikasi empat model yang menghasilkan harapan yang berbeda dengan kenyataan dengan menggunakan model pengukuran:
A.            Model Historical
B.             Model Planning
C.             Model Organisasi
D.            Model Extraorganizational
2.2.1.2  Formulasi masalah.
Untuk mengidentifikasi masalah, sehingga aktivitas rancangan dan pemilihan sesuai dengan masalah empat strategi untuk mengurangi kompleksitas formulasi:
1.                 Menentukan batasan
2.                 Mengamati perubahan
3.                 Memecah masalah menjadi sub masalah yang lebih kecil
4.                 Memusatkan pada elemen pengendali
2.2.1.3  Pengembangan alternatif.
Dilakukan secara kreatif dengan meningkatkan prosedur dan dukungan mekanisme. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan bantuan antara lain:
A.            Skenario
B.             Analogi
C.             Brainstorming, checklist
D.            Kerangka proses keputusan

2.3 KERANGKA KERJA DAN KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
            Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap kerangka kerja dan konsepnya dapat dibahas sebagai berikut:
2.3.1 Sistem Pengambilan Keputusan.

2.3.1.1 Sistem Keputusan Tertutup. 
Dalam sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan terpisah dari masukan yang tidak diketahui dari lingkungan.   Sistem pengambilan keputusan tertutup biasanya menggunakan model kuantitatif.   Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
1.      Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing.
2.      Memiliki metode yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
3.      Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.

2.3.1.2 Sistem Keputusan terbuka.
Memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambil keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan. Model keputusan terbuka menganggap bahwa pengambil keputusan:
1.         Tidak mengetahui semua alternatif dan semua hasil
2.         Melakukan pencarian secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang memuaskan.
3.         Mengambil suatu keputusan yang memuaskan tingkat aspirasinya.
  
2.3.2        Pengetahuan terhadap hasil (Knowledge Of Outcomes).
Suatu hasil menentukan apa yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil. Dalam pengambilan keputusan ada tiga jenis pengetahuan yang berhubungan dengan hasil:
1.    Kepastian (Certainty).
Pengetahuan yang lengkap dan akurat mengenai hasil tiap pilihan. Hanya ada satu hasil untuk setiap pilihan.
2.      Resiko (Risk).
Hasil yang mungkin timbul dapat diidentifikasi dan satu kemungkinan yang terjadi dapat dihubungkan dengan masing-masing hasil.
Ketidakpastian (Uncertaninty). Berbagai hasil mungkin terjadi dan dapat diidentifikasi, tetapi tidak ada pengetahuan dari kemungkinan yang dapat dihubungkan dengan masing-masing hasilnya.

2.4      Model Keprilakuan pada Pengambilan Keputusan Keorganisasian

2.4.1  Pencarian Problemistik
Teori keprilakuan berdalil bahwa pencarian adalah berdasarkan aturan – aturan yang agak sederhana
1.      Pencarian secara local baik yang dekat pada gejala – gejala yang ada maupun yang dekat dengan pemecahan yang ada.
2.      Bila pencarian local gagal, kembangkan pencarian ke bidang – bidang keorganisasian yang lemah sebelum pindah ke bidang lain.

2.4.2    Pemahaman Keorganisasian
Organisasi menunjukkan perilaku yang sanggup menyesuaikan dengan berjalannya waktu. Mereka merubah tujuan dan merevisi pencarian berdasarkan pengalaman mereka.

2.4.3    Penerapan Model Keprilakuan Pengambilan Keputusan pada SIM
Teori leprilakuan adalah sebuah model deskriptif dari pengambilan keputusan keorganisasian. Di sini tekanannya adalah pada pemuasan, penghindaran ketidakpastian untuk mengendalikan lingkungan, adanya tujuan yang tidak konsisten berdasarkan persekutuan keorganisasian para anggota yang ada, pencarian persoalan yang sistimulasi, dan perilaku penyesuaian keorganisasian dengan berjalannya waktu. Nilai utama pola keperilakuan pada perancangan SIM adalah menyadarkan perencanaan pada pertimbangan – pertimbangan keperilakuan.



BAB III
Penutup

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas sangatlah jelas bahwa hadirnya teknologi komputer telah memberikan kontribusi yang sangat positif dalam sistem informasi manjemen dan SIM juga sangat dibutuhkan oleh para pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagi manajer, kehadiran komputer dalam SIM bukan saja memberikan kontribusi positif, lebih jauh dari itu, proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah,murah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehubungan dengan hal uraian tersebut di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan:
1.      SIM bukanlah komputer, ia merupakan pengembangan dari ilmu manajemen dan telah ada jauh sebelum hadirnya komputer;
2.      SIM merupakan metode bagi para pimpinan perusahaan/manajer dalam upaya pengambilan keputusan yang dapat dipertanggunjawabkan;
3.      Hadirnya teknologi komputer telah mem- bawa perubahan besar bagi aktivitas Sistem Informasi Manajemen;
4.       SIM yang berbasis komputer dapat menyajikan informasi (sebagai bahan dalam pengambilan keputusan) yang mermutu, bernilai dan berkualitas, yaitu informasi yang relevan bagi perusahaan/ organisasi, yang akurat dan tentu saja informasi yang tepat waktu atau tidak basi atau kadaluwarsa;
5.      Dengan adanya SIM berbasis komputer penyimpanan arsip atau dokumen- dokumen yang dilakukan oleh para man- ager secara komputerisasi lebih efektif dan efisien daripada sebelumnya yang dengan menggunakan penyimpanan secara manual.  6. Dengan adanya SIM berbasis komputer  penyimpanan secara komputerisasi ini dapat diproses dengan cepat dan dalam pencariannya tidak membutuhkan waktu yang lama, selain itu dokumen dapat dirawat secara digital. 
Dengan aktivitas SIM yang berbasis komputer ini, para pimpinan perusahaan/ manajer dapat lebih mudah, murah, efisien dan efektif dalam upaya pengambilan kepu- tusan, termasuk di dalamnya dalam melaku- kan fungsi-fungsi manajemen, seperti per- encanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), dan pengawasan (controlling) yang hasil kepu- tusannya tersebut harus dapat dipertang- gungjawabkan.  


DAFTAR PUSTAKA


Davis, Gordon B., Management Information Systems : Conceptual Foundations, Structure, and Development, Tokyo : McGraw-Hill Kogakusha, 1974; Terj, Adiwardana, Andreas S., Kerangka Dasar Sistem Informasi Managemen Bagian I: Pengantar, Jakarta, PT. Pustaka Binaman Pressindo, 2002, Cetakan ke-12.