Dalam postingan saya kali ini saya akan membuat tutorial bagaimana cara membuat vektor menggunakan adobe ilustrator, tata caranya dapat anda lihat di YouTube dengan link berikut :https://youtu.be/J8AGYCms7kk
semoga tutorial ini bermanfaat bagi teman-teman semua. selamat malam.
Senin, 26 Oktober 2015
Jumat, 05 Juni 2015
IT'S OKAY TO HOPE !
Harapan,
ya suatu hal yang selalu ada dalam setiap langkah kehidupan manusia, tak
terkecuali kita. Sebuah harapan selalu menyertai kita. Seperti harapan
mendapatkan bonus penghasilan, atau mengikuti sebuah undian berhadiah
berharap mendapatkan sebuah hadiah utama. Ya benar sekali harapan akan
selalu membawa motivasi untuk kita melangkah satu persatu. Sebuah langkah mudah
dalam membangun harapan adalah sebuah keyakinan. Hal utama untuk membangun
semua yang kita inginkan.
Apakah
mimpi dan harapan sama? Perbedaan antar keduanya sangatlah tipis, mimpi adalah
suatu harapan dan angan kita saat kita tak sadar, dalam hal ini adalah tertidur
atau beristirahat. akan tetapi banyak orang hanya menganggap mimpi itu adalah
sebuah bunga tidur. akan tetapi apabila kita yakin dan berusaha akanlah kita
mendapatkan mimpi – mimpi yang awalnya hanyalah bunga tidur tadi.
Sedangkan
harapan itu adalah suatu angan kita secara sadar kita menginginkannya. jadi dengan
itu kita langsung berusaha untuk mendapatkan harapan tadi. Sebagai contoh kita
memiliki harapan mendapatkan pendapatan tinggi, ya kita berusaha dengan bekerja
keras sesuai dengan kemampuan kita.
Problematika
yang sering ditemukan dalam kehidupan manusia tentang harapan adalah Manusia
hanya banyak berharap dan mereka kurang berusaha dan berdoa, atau hanya
berusaha tanpa berdoa, ataupun hanya berdoa tanpa berusaha. Hal ini adalah sia
– sia, Tuhan meminta umatnya menyeimbangkan keduanya untuk mendapatkan semua
harapan tersebut. Tuhan Mmenyarankan kita untuk Berusaha dengan keras dan
berdoa untuk dapat mewujudkan semua yang kita harapkan. Jadi Sekarang, hanya
bagaimana cara anda membuat semua mimpi dan harapan anda menjadi nyata.
“We dream to give ourselves
hope. To stop dreaming – well, that’s like saying you can never change your
fate.” ― Amy
Tan, The Hundred Secret Senses
PHOBIA ? TERUS GIMANA ?
Kata phobia mungkin sudah seringkali Anda dengar. Ya, kata yang akrab dengan ketakutan berlebih ini, telah banyak di derita oleh kebanyakan masyarakat. Akan tetapi sampai saat ini masih banyak yang belum mengetahui apa penyebab dari phobia yang dialaminya. Phobia? Ini penyebabnya.Phobia atau gangguan anxietas fobik merupakan rasa ketakutan yang berlebihan pada suatu hal atau fenomena. Ketakutan yang terjadi bersifat irrasional dan tidak masuk akal. Hal ini terjadi karena penderita phobia menggunakan bahasa rasa dalam melihat sumber ketakutan tersebut. Berbeda dengan pengamat phobia (orang yang melihat penderita phobia), mereka menggunakan bahasa logika dalam melihat hal tersebut. Sehingga saat penderita mengalami phobia, pengamat phobia akan mengganggap hal itu sebagai hal yang lucu. Namun dibalik itu semua, tahukah Anda apa penyebabnya?Phobia seringkali terjadi akibat adanya pengalaman buruk atau trauma di masa lalu. Namun hanya mengalami sesuatu yang buruk tidaklah cukup untuk menjadi phobia. Untuk bisa menyebabkan phobia, setidaknya hal buruk tersebut harus menjadi fiksasi, yakni suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci yang terjadi akibat ketidakmampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan rasa takutnya.
Phobia ini juga saya rasakan sendiri. Hal yang benar-benar sangat tidak masuk akal adalah bahwa saya takut terhadap polisi. Jika teman-teman saya atau orang lain bertanya mengapa saya bisa takut terhadap polisi, saya pasti hanya akan menjawab “Takut ditembak”. Karena memang hanya itu alasan saya. Dulu, saya tinggal di kawasan asrama polisi. Dan setiap pagi dan sore hari para polisi tersebut akan lari keliling asrama sambil bawa senapan. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Namun, suatu sore saat saya sedang susah makan ibu saya akan menakut-nakuti saya dengan satu kalimat ampuh yang cukup membuat saya takut sampai sekarang. “Kalo gamau makan nanti mama kasih polisi loh biar ditembak.” And that’s it. Seketika saya takut setengah mati sama polisi.Sekarang di umur saya yang hampir berkepala dua pun kalau dijalan ketemu polisi, rasanya pengen lari sekencang-kencangnya dan nangis. Banyak dari teman saya yang bilang kalu itu lebay, ya tapi gimana lagi kan namanya juga phobia.
Saya sempat membaca artikel bahwa phobia itu ternyata ada ratusan jenis ! namun sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi bagian kecil yang cakupannya luas namun lebih spesifik. Menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) jenis phobia itu ada 3, yaitu :1. Phobia sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obek/keadaan tertentu). Misalnya takut pada binatang, tempat tertutup, ketinggian dan lain-lain.2. Phobia sosial (Phobia terhadap pemaparan situasi sosial). Seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.3. Phobia kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka). Misalnya di mall atau di kendaraan umum. Orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.
Sebenarnya ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia diantaranya adalah sebagai berikut :1. Hypnotheraphy : Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.2. Flooding : Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.3. Desentisisasi Sistematis : Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.4. Abreaksi : Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.5. Reframing : Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.
Mungkin cukup segitu dulu bagi-bagi ceritanya. Nanti kalau saya sudah tau lebih banyak dan phobia saya bisa sembuh, mungkin saya akan cerita lagi. See ya !
Sabtu, 25 April 2015
PANDANGAN HIDUP
CITA – CITA, KEBIJAKAN DAN KEPERCAYAAN.
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup.
Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan
seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan
hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman,
arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil
pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat
hidupnya.
Saya sebagai individu pun memiliki pandangan
hidup, sebagaimana seperti yang kita ketahui bahwa sebaik-baiknya manusia
adalah yang berguna bagi orang lain. Mungkin bagi sebagian orang ini merupakan
hal yang sangat sepele, saya hanya ingin menjadi “orang baik”. Mengapa saya
ingin menjadi orang baik ? karena menjadi orang baik itu tidaklah mudah. Menurut
pandangan saya, orang baik itu adalah orang yang baik dalam segala hal. Baik itu
akhlak, ibadah, kehidupan, sosialisasi, finansial dan berbagai macam hal
lainnya.
Karena saya menyadari masih banyak PR untuk
dilakukan, maka saya berusaha merubah semua itu, dengan apa ? dengan ibadah,
usaha dan do’a. Tiga hal tersebut adalah tindakan dasar untuk melakukan
sesuatu. Seperti saat ini misalnya, saya sedang menduduki jenjang perkuliahan. Dimana
saat ini saya kuliah masih dibiayai oleh orang tua saya, saya mempunyai target
untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan ipk yang baik dan membuat orang tua
saya bangga karena telah membiayai saya.
Setelah saya lulus, saya akan mencari pekerjaan
yang competible dengan kemampuan saya dan dengan payment yang menurut saya
cukup untuk kehidupan saya dan kedua orang tua saya di masa tuanya. Saya percaya
bahwa ketika saya sudah dewasa nanti saya berkewajiban mengurus kedua orang tua
saya. Maka dari itu saya harus menyiapkan semua yang terbaik untuk mereka sama
seperti saat mereka menyiapkan yang terbaik jauh sebelum saya lahir ke dunia
ini.
Awalnya saya memiliki cita-cita untuk menjadi
Psycholog, namun karena pada saat mendaftar ke perguruan tinggi saya tidak
usaha adengan sungguh-sungguh maka cita-cita tersebut kandaslah sudah. Sekarang
saya berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Depok dan
mengambil jurusan IT. Dan mulai dari sekarang saya akan menjalani perkuliahan
ini dengan baik dan mengambil segala resiko yang ada di dalamnya karena ini
sudah menjadi pilihan saya.
Saya yakin jika segala sesuatu diajalani dengan tekun dan niat yang
kuat, maka keberhasilan ada di depan mata. Karena saya percaya Tuhan tidak akan
memberi ujian yang tidak bisa dilakukan oleh hambanya-Nya.
KEADILAN DI MATA MASYARAKAT KELAS BAWAH
DAMPAK KEADILAN YANG TIDAK MERATA
Menurut KBBI,
hukum merupakan peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan
dilakukan oleh penguasa atau pemerintah, undang-undang, peraturan dan
sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat. Sedangkan keadilan
berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain, seseorang itu
bertindak adil apabila orang memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan
haknya dan bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai dengan harkat manusia
mempunyai derajat yang sama di mata hukum.
Kondisi hukum
di Indonesia saat ini belum mencerminkan keadilan yang sesungguhnya. Maraknya tindakan
korupsi dan tindakan pidana yang semakin memperlihatlan bahwa keadilan di
Negara kita belum merata. Kehidupan yang tidak merata membuat banyak warga
Negara yang tidak mendapatkan keadilan sepenuhnya.
Indonesia dikenal
sebagai negara hukum, namun Indonesia juga dikenal sebagai Negara yang
mempunyai sistem hukum tumpul keatas dan tajam kebawah. Keadaan hukum yang
tidak merata akan berdampak buruk terhadap moral bangsa.
Kondisi hukum
di Indonesia tampak tidak benar-benar dijalankan berdasarkan pancasila dan
undang-undang, keadaan seperti ini membuat hukum tidak seimbang. Terlihat jelas
pada kasus-kasus yang lebih memberatkan hukuman kepada masyarakat kecil yang
terlibat dengan hukum pidana dibandingkan dengan para pejabat pemerintahan yang
kasus-kasusnya bisa direkayasa dengan mengandalkan uang dan jabatan tinggi.
sampai saat ini banyak kasus yang masih belum selesai dengan tanggapan yang
minim dari para penegak hukum pemerintahan Indonesia. Kita mengenal Negara
Republik Indonesia sebagai Negara hukum, namun hukuman yang tidak merata
terhadap masyarakat kecil semakin memperlihatkan bahwa keadilan hukum yang kita
anut selama ini tidak berjalan sesuai dengan tujuan Negara, yaitu keadilan
sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai contoh,
di Situbondo seorang nenek berusia 63 tahun yang dituding mencuri batang pohon
kayu jati milik Perhutani KPH Bondowoso. Nenek tesebut sudah mendekam di
penjara sejak lima bulan lalu dan kasusnya masih bergulir hingga saat ini, padahal
menurut sang Nenek ia mengambil batang pohon itu dari lahannya sendiri ima
tahun silam. Nenek ini dijerat dengan pasal 12 juncto pasal 83
UU Nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan.
Kasus tersebut dapat kita bandingkan dengan kasus
yang menimpa para pejabat tinggi negara. Sebagai contoh saya akan mengambil
kasus yang menimpa Panda Nababan yang berkedudukan selaku sekretaris
fraksi PDIP yang di duga menerima uang suap Rp 1,5 miliar dalam kasus travel
cek dalam pemilihan Deputi Gubernur senior Bank Indonesia pada tahun 2004 yang
diungkap oleh jaksa penuntut umum komisi pemberantasan korupsi (KPK) hanya
diberi hukuman selama 1 tahun 5 bulan.
Berkaca dari
kedua kasus diatas, dapat dilihat bahwa keadilan hukum antara pejabt negara
dengan masyarakat kalangan bawah itu sangat berbeda, diantaranya yaitu
menimbulkan kecemburuan sosial antara kelompok masyarakat kelas bawah dengan
kelas atas. Masih banyak lagi kasus-kasus yang diduga direkayasa diantaranya
kasus Bank Century, kasus Antasari Azhar dan Nasarudin yang hingga saat ini
belum selesai bahkan terkesan terabaikan dengan pengalihan kasus lainya.
Keadaan
keadilan yang tidak merata bagi semua kalangan dapat membuat hilangnya
kepercayaan masyarakat, masyarakat kecil semakin tertindas, hilangya moral
bangsa dan yang pasti tujuan Negara akan terabaikan dengan tidak melaksanakan
aturan-aturan yang telah di buat dalam dasar Negara, yaitu pancasila dan
undang-undang. Ketidakadilan ini juga akan menyebabkan semakin merajalelanya
para koruptor untuk melalap uang rakyat dalam rangka memperkaya diri sendiri
sehingga pembangunan negeri ini terhenti dan menyebabkan angka kemiskinan
bertambah. Seharusnya para penegak hukum benar-benar menjalankan tugas dengan
baik dengan menjunjung tinggi keadilan dan menjalankan peraturan undang-undang
dengan bijaksana, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang adil, serta
hukuman yang diterima sesuai dengan apa yang telah dilanggar para pidana.
Sabtu, 14 Maret 2015
Konsep Pengambilan Keputusan untuk Sistem Informasi
BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Setelah perkembangan
teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, maka semakin banyaklah perusahaan
di Indonesia yang menerapkan Sistem Informasi Managemen (SIM). Karena mereka
mulai menyadari SIM sangat besar manfaatnya bagi peningkatan kinerja
organisasi. Perusahaan yang tidak
mengikuti perkembangan teknologi informasi pada dewasa ini tidak akan unggul di
dalam persaingan. Ukuran penggunaan sistem berhubungan erat dengan pendekatan
kepuasan pemakai. Banyak peneliti mengakui bahwa kepuasan pemakai SIM merupakan
indikator yang penting dalam menentukan keberhasilan dalam mendesain dan
mengimplementasikan SIM. Akan tetapi sebenarnya Sistem Informasi
Managemen (SIM) telah ada sebelum adanya perkembangan teknologi informasi
(teknologi komputer). SIM telah digunakan oleh para pimpinan organisasi atau perusahaan,
dalam upaya pengambilan keputusan walaupun masih terbatas. Saat itu, proses
pengambilan keputusan yang dilakukan masih sangat sederhana.
Segala sesuatunya masih berjalan secara manual
dan masih lamban karena semua data yang tersimpan dalam bentuk lembaran -
lembaran arsip yang beraneka ragam. Sehingga
pimpinan memerlukan suatu informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang
harus diputuskan atau diambil kebijakan, maka tidak ada cara selain membongkar
semua arsip yang dibutuhkan. Kadangkala jika arsip tersebut telah ditemukan
tulisannya sudah kabur, kertasnya sudah kusam, atau bahkan mungkin sudah rusak
karena dimakan rayap atau kutu buku dan sejenisnya. Pendek kata, proses
pencarian arsip dan dokumen yang dibutuhkan sebagai dasar dari pengambilan keputusan
bagi sang pimpinan sangatlah lamban dan membutuhkan waktu yang lama.
Sistem informasi manajemen diharapkan mampu
membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat
dan akurat. Namun disadari bahwa dengan berbagai peran yang dimiliki dalam
aktivitas yang dilaksanakannya, setiap orang berusaha untuk dapat memenuhi
tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dengan baik. Dalam usaha
memecahkan suatu masalah, pemecah masalah mungkin membuat banyak keputusan.
Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan
masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk
memanfaatkan kesempatan. Kondisi ini menjadi tidak mudah dengan semakin
rumitnya aktivitas dan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Apalagi
informasi yang dibutuhkan tidak berasal langsung dari sumbernya. Untuk itu
manajemen sebagai pengguna informasi membutuhkan suatu sistem pendukung (support
systems) yang mampu meningkatkan pengambilan keputusannya, terutama
untuk kondisi yang tidak terstruktur atau pun sistem pendukung untuk tingkatan
tertentu saja. Ada dua alasan penting mengapa manajemen membutuhkan sistem
pendukung yang mampu untuk meningkatkan pengambilan keputusannya.
Salah satu fungsi manajemen adalah
perencanaan. Dalam proses perencanaan, pihak manajemen berusaha memikirkan apa
saja yang akan dikerjakannya, berupa ukuran atau jumlahnya, siapa yang akan
melaksanakan dan mengendalikannya agar tujuan organisasi/perusahaan dapat
tercapai. Dalam kerangka itu semua, diperlukan informasi, dan informasi yang
relevan dengan proses perencanaan harus disediakan. Alat untuk menyediakan
informasi tersebut dapat berupa sebuah SIM, atau dapat juga usaha khusus
seperti pengumpulan data baik internal maupun eksternal, yang nantinya dapat
menghasilkan informasi yang dibutuhkan dan memberikan kontribusi pada kinerja
pemakai. Jadi, informasi adalah bahan dasar bagi pimpinan organisasi atau mana-
jer dalam membuat rencana, merumuskan kegiatan atau mengambil kebijakan/
keputusan. Pengambilan keputusan meru- pakan peranan manajemen yang paling
penting, dan tersedianya sumber informasi yang reliabel merupakan komponen
kunci bagi pembuatan keputusan manajemen.
BAB
II
Pembahasan
Konsep
Pengambilan Keputusan
2.1 Proses Pengambilan Keputusan
Model pengambilan
keputusan menurut Herbert A. Simon sebagai dasar menjelaskan proses
pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu:
1.
Penyelidikan (Inteligence). Mempelajari lingkungan
untuk menentukan kondisi keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan
disajikan untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2.
Perancangan (Design). Mendaftar, mengembangkan, dan
menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk
memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3.
Pemilihan (Choice). Memilih arah tindakan tertentu
dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.
Model pengambilan
keputusan menurut Rubenstein dan
Haberstroh mengemukakan langkah – langkah berikut :
1.
Pengenalan Masalah atau
kebutuhan untuk pengambilan keputusan
2.
Analisis dan laporan
alternatif
3.
Pemilihan diantara
alternatif
4.
Komunikasi dan
pelaksanaan keputusan
5.
Langkah lanjutan dan
umpan balik hasil keputusan.
Kedua model
tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa
pelaksanaan adalah keputusan dan keputusan lain diperlukan untuk langkah
selanjutnya.
Model Simon adalah relevan bagi perancangan
sistem informasi manajemen.
2.1.1
Tahap
proses penyelidikan.
Merupakan proses pencarian melibatkan suatu
pengujian data baik dalam cara yang telah ditentukan dahulu maupun dalam cara
khusus. SIM harus menyediakan kedua fasilitas tersebut. Sistem informasinya
sendiri harus memeriksa semua data dan menimbulkan suatu permintaan uji pada
manusia atas situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi
harus menyediakan saluran komunikasi untuk persoalan yang diterima agar
dialirkan ke atas dalam organisasi sampai diambil suatu tindakan terhadapnya.
2.1.2
Tahap
proses perancangan.
SIM harus memiliki model-model keputusan
ntuk mengolah data dan menimbulkan pilihan pemecahan. Model tersebut harus
membantu dalam menganalisis pilihan.
2.1.3
Tahap
proses pemilihan.
Sebuah SIM adalah paling efektif bila hasil
rancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong keputusan. Bila pilihan
telah diambil, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik
dan penaksiran kelak.
2.2.1 Tahap penyelidikan dan Perancangan.
Terdapat tiga aspek
terpenting dalam tahap penyelidikan dan perancangan.
2.2.1.1
Penemuan
masalah.
Menemukan perbedaan antara beberapa situasi yang ada dan
harapan. William F. Pounds mengidentifikasi empat model yang
menghasilkan harapan yang berbeda dengan kenyataan dengan menggunakan model
pengukuran:
A.
Model Historical
B.
Model Planning
C.
Model Organisasi
D.
Model
Extraorganizational
2.2.1.2
Formulasi
masalah.
Untuk mengidentifikasi masalah, sehingga aktivitas rancangan dan
pemilihan sesuai dengan masalah empat strategi untuk mengurangi kompleksitas
formulasi:
1.
Menentukan batasan
2.
Mengamati perubahan
3.
Memecah masalah menjadi
sub masalah yang lebih kecil
4.
Memusatkan pada elemen
pengendali
2.2.1.3
Pengembangan
alternatif.
Dilakukan secara kreatif dengan meningkatkan prosedur dan dukungan
mekanisme. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan bantuan antara lain:
A.
Skenario
B.
Analogi
C.
Brainstorming, checklist
D.
Kerangka proses
keputusan
2.3 KERANGKA KERJA DAN
KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan
pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap kerangka kerja dan konsepnya dapat
dibahas sebagai berikut:
2.3.1 Sistem Pengambilan
Keputusan.
2.3.1.1 Sistem Keputusan Tertutup.
Dalam sistem keputusan
tertutup menganggap bahwa keputusan terpisah dari masukan yang tidak diketahui
dari lingkungan. Sistem pengambilan keputusan tertutup biasanya
menggunakan model kuantitatif. Dalam sistem ini pengambil keputusan
dianggap:
1. Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua
akibat atau hasilnya masing-masing.
2. Memiliki metode yang memungkinkan dia membuat
urutan kepentingan semua alternatif.
3. Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu,
misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.
2.3.1.2 Sistem Keputusan terbuka.
Memandang keputusan
sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui.
Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan
kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambil keputusan dianggap tidak harus
logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas
hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif,
kemampuan menangani suatu model keputusan. Model keputusan terbuka menganggap
bahwa pengambil keputusan:
1.
Tidak mengetahui semua
alternatif dan semua hasil
2.
Melakukan pencarian
secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang memuaskan.
3.
Mengambil suatu
keputusan yang memuaskan tingkat aspirasinya.
2.3.2
Pengetahuan
terhadap hasil (Knowledge Of Outcomes).
Suatu hasil menentukan apa yang akan terjadi
bila sebuah keputusan diambil. Dalam pengambilan keputusan ada tiga jenis
pengetahuan yang berhubungan dengan hasil:
1. Kepastian (Certainty).
Pengetahuan yang lengkap dan akurat mengenai hasil tiap pilihan.
Hanya ada satu hasil untuk setiap pilihan.
2. Resiko (Risk).
Hasil yang mungkin timbul dapat diidentifikasi
dan satu kemungkinan yang terjadi dapat dihubungkan dengan masing-masing hasil.
Ketidakpastian (Uncertaninty). Berbagai hasil
mungkin terjadi dan dapat diidentifikasi, tetapi tidak ada pengetahuan dari
kemungkinan yang dapat dihubungkan dengan masing-masing hasilnya.
2.4
Model
Keprilakuan pada Pengambilan Keputusan Keorganisasian
2.4.1
Pencarian Problemistik
Teori keprilakuan
berdalil bahwa pencarian adalah berdasarkan aturan – aturan yang agak sederhana
1. Pencarian
secara local baik yang dekat pada gejala – gejala yang ada maupun yang dekat
dengan pemecahan yang ada.
2. Bila
pencarian local gagal, kembangkan pencarian ke bidang – bidang keorganisasian
yang lemah sebelum pindah ke bidang lain.
2.4.2
Pemahaman
Keorganisasian
Organisasi menunjukkan
perilaku yang sanggup menyesuaikan dengan berjalannya waktu. Mereka merubah
tujuan dan merevisi pencarian berdasarkan pengalaman mereka.
2.4.3
Penerapan
Model Keprilakuan Pengambilan Keputusan pada SIM
Teori leprilakuan
adalah sebuah model deskriptif dari pengambilan keputusan keorganisasian. Di sini
tekanannya adalah pada pemuasan, penghindaran ketidakpastian untuk
mengendalikan lingkungan, adanya tujuan yang tidak konsisten berdasarkan
persekutuan keorganisasian para anggota yang ada, pencarian persoalan yang
sistimulasi, dan perilaku penyesuaian keorganisasian dengan berjalannya waktu. Nilai
utama pola keperilakuan pada perancangan SIM adalah menyadarkan perencanaan
pada pertimbangan – pertimbangan keperilakuan.
BAB
III
Penutup
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas
sangatlah jelas bahwa hadirnya teknologi komputer telah memberikan kontribusi
yang sangat positif dalam sistem informasi manjemen dan SIM juga sangat
dibutuhkan oleh para pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk
pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagi manajer, kehadiran
komputer dalam SIM bukan saja memberikan kontribusi positif, lebih jauh dari
itu, proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah,murah, dan dapat
dipertanggungjawabkan. Sehubungan dengan hal uraian tersebut di atas, maka
dapat diambil beberapa kesimpulan:
1.
SIM bukanlah komputer,
ia merupakan pengembangan dari ilmu manajemen dan telah ada jauh sebelum
hadirnya komputer;
2.
SIM merupakan metode
bagi para pimpinan perusahaan/manajer dalam upaya pengambilan keputusan yang
dapat dipertanggunjawabkan;
3.
Hadirnya teknologi
komputer telah mem- bawa perubahan besar bagi aktivitas Sistem Informasi
Manajemen;
4.
SIM yang berbasis komputer dapat menyajikan
informasi (sebagai bahan dalam pengambilan keputusan) yang mermutu, bernilai
dan berkualitas, yaitu informasi yang relevan bagi perusahaan/ organisasi, yang
akurat dan tentu saja informasi yang tepat waktu atau tidak basi atau
kadaluwarsa;
5.
Dengan adanya SIM
berbasis komputer penyimpanan arsip atau dokumen- dokumen yang dilakukan oleh
para man- ager secara komputerisasi lebih efektif dan efisien daripada
sebelumnya yang dengan menggunakan penyimpanan secara manual. 6.
Dengan adanya SIM berbasis komputer penyimpanan secara komputerisasi
ini dapat diproses dengan cepat dan dalam pencariannya tidak membutuhkan waktu
yang lama, selain itu dokumen dapat dirawat secara digital.
Dengan aktivitas SIM yang berbasis komputer ini,
para pimpinan perusahaan/ manajer dapat lebih mudah, murah, efisien dan efektif
dalam upaya pengambilan kepu- tusan, termasuk di dalamnya dalam melaku- kan
fungsi-fungsi manajemen, seperti per- encanaan (planning), pengorganisasian
(organizing), penggerakkan (actuating), dan pengawasan (controlling) yang hasil
kepu- tusannya tersebut harus dapat dipertang- gungjawabkan.
DAFTAR PUSTAKA
Davis, Gordon B., Management Information Systems : Conceptual
Foundations, Structure, and Development, Tokyo : McGraw-Hill Kogakusha,
1974; Terj, Adiwardana, Andreas S., Kerangka
Dasar Sistem Informasi Managemen Bagian I: Pengantar, Jakarta, PT. Pustaka
Binaman Pressindo, 2002, Cetakan ke-12.
Sabtu, 07 Maret 2015
PENGARUH IPTEK TERHADAP TATA NILAI BUDAYA
Pengaruh IPTEK terhadap tata nilai budaya
Bangsa yang besar adalah bangsa
yang mau menghargai budayanya. Mungkin itu adalah istilah yang tepat untuk
menggambarkan begitu beragamnya budaya yang ada di Indonesia mulai dari Sabang
sampai Merauke. Beribu-ribu pulau, suku, Bahasa dan adat membuat Indonesia
mempunyai daya Tarik tersendiri bagi Negara lain.
Dipandang dari adat dan wilayah
ke”Timur”annya, maka Indonesia sangat berbeda dengan adat yang berada di
wilayah “Barat”. Kebanyakan orang timur sangat menunjung tinggi nilai-nilai
budayanya sendiri sebagai aset untuk melestarikan daeran dan budayanya secara
turun-menurun. Nila budaya yang dimaksud adalah sopan, santun, taat, saling
menghormati, saling menghargai dan menjunjung tinggi adat, maupun tata krama pergaulan.
Perkembangan teknologi tentu
membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Namun memang dalam
perkembangannya terdapat beberapa dampak. Baik itu dampak negative maupun
positif.
Bidang
Informasi Dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah
terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara
lain:
a. Kita akan lebih cepai mendapatkan informasi-informasi yang
akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
b. Kita dapat berkomimikasi dengan teman, maupun keluarga
yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
c. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.
Disamping keuntungan keuntungan yang kita
peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk
hal-hal yang negatif, antara lain:
a. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris
(Kompas)
b. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang
terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan
tertentu
c. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet
kita dapat memperoleh lnformasi tentang tes psikologi, dan be.hlcan dapat
memperoleh lxya,nan tes psikologi secara langsung dari internet.
d. Kecemasan teknologi Selain itu ada kecemasan skala
kecil akibat teknologi ' komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus,
kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres
yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modeminternet karena
disambar petir.
Bidang
Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang
sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara
lain:
a. Perlumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya industrialisasi
c. Produktifitas dunia industri semakin menhigkat
Kemajuan teknologi akan meninglcatkan
kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri
maupun pada aspek jenis produksi. Investasi d.an reinvestasi yang berlangsung
secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia
ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan
semakin penting. Tanda-tanda telah rnenunjukkan bahtiva akan segera. muncul teknologi bisnis yang
memunglcinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan
pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera
individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke
toko.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut
pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan
perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja
dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan
jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat.
Akibamya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga
kerja yang mampu mentxansformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan
tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi
mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula
dampak negatifnya antara lam; 1. terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang
tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2. Sifat
konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga
melahirkan generasi yang secara. moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros
dan memiliki jalan pintas yang bermental "instant".
Bidang
Sosial dan Budaya
1.
Perbedaan kepribadian
pria dan wanita.
Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini
semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam
dunia pemerintahan maupun daiam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah
perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan gria semakin menonjol.
Data yang tertulis dalam buku Megatrend for
Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene &
John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wauitx dalamkepemimpina.u semakin membesar. Semakin banya.k
wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator,
gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
2.
Meningkatnya rasa
percaya diri
Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia
melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah
meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan
semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa
Asia.
3.
Tekanan, kompetisi
yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan
melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan
berpengaruh negatip pada aspek budaya:
a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di
kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan
pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian
warga masyarakat menjadi "kaya dalam materi tetapi miskin dalam
rohani".
b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin
meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat,
seperfi gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal
yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa
dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar
semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret,
pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
c. Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer
pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola
interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka
peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet
relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan
kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet)
telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan
saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui
internet. Kim semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan
komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik
mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.
Bidang
Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting
dalam bidang pendidikan antara. lain:
a. Munculnya media massa, khususnya media elektronik
sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru
bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baiv, yang
memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teirnoiogi
terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi
yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat
abstrak.
c. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap
muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan
siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan
lain-lain.Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan
antara lain: Kerahasiaan alat tes semakin tehincam Program tes inteligensi
seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact
disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan
mudah sekaii bacor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan
kecepatan pembocoran melalui intemet tersebut.
Bidang
politik
a. Timbulnya kelas menengah baru PerCumbuhan teknologi dan
ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan,
keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas
menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan
menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang
lebih besar.
b. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu
peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi
politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
c. Di bidang politik internasional, juga terdapat
kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi
komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan
di bidang tekaoiogi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran
tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga
regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.
Langganan:
Komentar (Atom)