Sabtu, 25 April 2015

PANDANGAN HIDUP

CITA – CITA, KEBIJAKAN DAN KEPERCAYAAN.

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Saya sebagai individu pun memiliki pandangan hidup, sebagaimana seperti yang kita ketahui bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain. Mungkin bagi sebagian orang ini merupakan hal yang sangat sepele, saya hanya ingin menjadi “orang baik”. Mengapa saya ingin menjadi orang baik ? karena menjadi orang baik itu tidaklah mudah. Menurut pandangan saya, orang baik itu adalah orang yang baik dalam segala hal. Baik itu akhlak, ibadah, kehidupan, sosialisasi, finansial dan berbagai macam hal lainnya.
Karena saya menyadari masih banyak PR untuk dilakukan, maka saya berusaha merubah semua itu, dengan apa ? dengan ibadah, usaha dan do’a. Tiga hal tersebut adalah tindakan dasar untuk melakukan sesuatu. Seperti saat ini misalnya, saya sedang menduduki jenjang perkuliahan. Dimana saat ini saya kuliah masih dibiayai oleh orang tua saya, saya mempunyai target untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan ipk yang baik dan membuat orang tua saya bangga karena telah membiayai saya.
Setelah saya lulus, saya akan mencari pekerjaan yang competible dengan kemampuan saya dan dengan payment yang menurut saya cukup untuk kehidupan saya dan kedua orang tua saya di masa tuanya. Saya percaya bahwa ketika saya sudah dewasa nanti saya berkewajiban mengurus kedua orang tua saya. Maka dari itu saya harus menyiapkan semua yang terbaik untuk mereka sama seperti saat mereka menyiapkan yang terbaik jauh sebelum saya lahir ke dunia ini.
Awalnya saya memiliki cita-cita untuk menjadi Psycholog, namun karena pada saat mendaftar ke perguruan tinggi saya tidak usaha adengan sungguh-sungguh maka cita-cita tersebut kandaslah sudah. Sekarang saya berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Depok dan mengambil jurusan IT. Dan mulai dari sekarang saya akan menjalani perkuliahan ini dengan baik dan mengambil segala resiko yang ada di dalamnya karena ini sudah menjadi pilihan saya.
Saya yakin jika segala sesuatu diajalani dengan tekun dan niat yang kuat, maka keberhasilan ada di depan mata. Karena saya percaya Tuhan tidak akan memberi ujian yang tidak bisa dilakukan oleh hambanya-Nya. 

KEADILAN DI MATA MASYARAKAT KELAS BAWAH


DAMPAK KEADILAN YANG TIDAK MERATA

Menurut KBBI, hukum merupakan peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan dilakukan oleh penguasa atau pemerintah, undang-undang, peraturan dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat. Sedangkan keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain, seseorang itu bertindak adil apabila orang memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan haknya dan bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai dengan harkat manusia mempunyai derajat yang sama di mata hukum.
Kondisi hukum di Indonesia saat ini belum mencerminkan keadilan yang sesungguhnya. Maraknya tindakan korupsi dan tindakan pidana yang semakin memperlihatlan bahwa keadilan di Negara kita belum merata. Kehidupan yang tidak merata membuat banyak warga Negara yang tidak mendapatkan keadilan sepenuhnya.
Indonesia dikenal sebagai negara hukum, namun Indonesia juga dikenal sebagai Negara yang mempunyai sistem hukum tumpul keatas dan tajam kebawah. Keadaan hukum yang tidak merata akan berdampak buruk terhadap moral bangsa.
Kondisi hukum di Indonesia tampak tidak benar-benar dijalankan berdasarkan pancasila dan undang-undang, keadaan seperti ini membuat hukum tidak seimbang. Terlihat jelas pada kasus-kasus yang lebih memberatkan hukuman kepada masyarakat kecil yang terlibat dengan hukum pidana dibandingkan dengan para pejabat pemerintahan yang kasus-kasusnya bisa direkayasa dengan mengandalkan uang dan jabatan tinggi. sampai saat ini banyak kasus yang masih belum selesai dengan tanggapan yang minim dari para penegak hukum pemerintahan Indonesia. Kita mengenal Negara Republik Indonesia sebagai Negara hukum, namun hukuman yang tidak merata terhadap masyarakat kecil semakin memperlihatkan bahwa keadilan hukum yang kita anut selama ini tidak berjalan sesuai dengan tujuan Negara, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai contoh, di Situbondo seorang nenek berusia 63 tahun yang dituding mencuri batang pohon kayu jati milik Perhutani KPH Bondowoso. Nenek tesebut sudah mendekam di penjara sejak lima bulan lalu dan kasusnya masih bergulir hingga saat ini, padahal menurut sang Nenek ia mengambil batang pohon itu dari lahannya sendiri ima tahun silam. Nenek ini dijerat dengan pasal 12 juncto pasal 83 UU Nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan.
Kasus tersebut dapat kita bandingkan dengan kasus yang menimpa para pejabat tinggi negara. Sebagai contoh saya akan mengambil kasus yang menimpa Panda Nababan yang berkedudukan selaku sekretaris fraksi PDIP yang di duga menerima uang suap Rp 1,5 miliar dalam kasus travel cek dalam pemilihan Deputi Gubernur senior Bank Indonesia pada tahun 2004 yang diungkap oleh jaksa penuntut umum komisi pemberantasan korupsi (KPK) hanya diberi hukuman selama 1 tahun 5 bulan.
Berkaca dari kedua kasus diatas, dapat dilihat bahwa keadilan hukum antara pejabt negara dengan masyarakat kalangan bawah itu sangat berbeda, diantaranya yaitu menimbulkan kecemburuan sosial antara kelompok masyarakat kelas bawah dengan kelas atas. Masih banyak lagi kasus-kasus yang diduga direkayasa diantaranya kasus Bank Century, kasus Antasari Azhar dan Nasarudin yang hingga saat ini belum selesai bahkan terkesan terabaikan dengan pengalihan kasus lainya.

Keadaan keadilan yang tidak merata bagi semua kalangan dapat membuat hilangnya kepercayaan masyarakat, masyarakat kecil semakin tertindas, hilangya moral bangsa dan yang pasti tujuan Negara akan terabaikan dengan tidak melaksanakan aturan-aturan yang telah di buat dalam dasar Negara, yaitu pancasila dan undang-undang. Ketidakadilan ini juga akan menyebabkan semakin merajalelanya para koruptor untuk melalap uang rakyat dalam rangka memperkaya diri sendiri sehingga pembangunan negeri ini terhenti dan menyebabkan angka kemiskinan bertambah. Seharusnya para penegak hukum benar-benar menjalankan tugas dengan baik dengan menjunjung tinggi keadilan dan menjalankan peraturan undang-undang dengan bijaksana, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang adil, serta hukuman yang diterima sesuai dengan apa yang telah dilanggar para pidana.

Sabtu, 14 Maret 2015

Konsep Pengambilan Keputusan untuk Sistem Informasi

BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Setelah perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, maka semakin banyaklah perusahaan di Indonesia yang menerapkan Sistem Informasi Managemen (SIM). Karena mereka mulai menyadari SIM sangat besar manfaatnya bagi peningkatan kinerja organisasi. Perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi pada dewasa ini tidak akan unggul di dalam persaingan. Ukuran penggunaan sistem berhubungan erat dengan pendekatan kepuasan pemakai. Banyak peneliti mengakui bahwa kepuasan pemakai SIM merupakan indikator yang penting dalam menentukan keberhasilan dalam mendesain dan mengimplementasikan SIM.  Akan tetapi sebenarnya Sistem Informasi Managemen (SIM) telah ada sebelum adanya perkembangan teknologi informasi (teknologi komputer). SIM telah digunakan oleh para pimpinan organisasi atau perusahaan, dalam upaya pengambilan keputusan walaupun masih terbatas. Saat itu, proses pengambilan keputusan yang dilakukan masih sangat sederhana.
Segala sesuatunya masih berjalan secara manual dan masih lamban karena semua data yang tersimpan dalam bentuk lembaran - lembaran arsip yang beraneka ragam. Sehingga  pimpinan memerlukan suatu informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang harus diputuskan atau diambil kebijakan, maka tidak ada cara selain membongkar semua arsip yang dibutuhkan. Kadangkala jika arsip tersebut telah ditemukan tulisannya sudah kabur, kertasnya sudah kusam, atau bahkan mungkin sudah rusak karena dimakan rayap atau kutu buku dan sejenisnya. Pendek kata, proses pencarian arsip dan dokumen yang dibutuhkan sebagai dasar dari pengambilan keputusan bagi sang pimpinan sangatlah lamban dan membutuhkan waktu yang lama. 
Sistem informasi manajemen diharapkan mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan akurat. Namun disadari bahwa dengan berbagai peran yang dimiliki dalam aktivitas yang dilaksanakannya, setiap orang berusaha untuk dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dengan baik. Dalam usaha memecahkan suatu masalah, pemecah masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan. Kondisi ini menjadi tidak mudah dengan semakin rumitnya aktivitas dan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Apalagi informasi yang dibutuhkan tidak berasal langsung dari sumbernya. Untuk itu manajemen sebagai pengguna informasi membutuhkan suatu sistem pendukung (support systems) yang mampu meningkatkan pengambilan keputusannya, terutama untuk kondisi yang tidak terstruktur atau pun sistem pendukung untuk tingkatan tertentu saja. Ada dua alasan penting mengapa manajemen membutuhkan sistem pendukung yang mampu untuk meningkatkan pengambilan keputusannya.
  Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Dalam proses perencanaan, pihak manajemen berusaha memikirkan apa saja yang akan dikerjakannya, berupa ukuran atau jumlahnya, siapa yang akan melaksanakan dan mengendalikannya agar tujuan organisasi/perusahaan dapat tercapai. Dalam kerangka itu semua, diperlukan informasi, dan informasi yang relevan dengan proses perencanaan harus disediakan. Alat untuk menyediakan informasi tersebut dapat berupa sebuah SIM, atau dapat juga usaha khusus seperti pengumpulan data baik internal maupun eksternal, yang nantinya dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan dan memberikan kontribusi pada kinerja pemakai. Jadi, informasi adalah bahan dasar bagi pimpinan organisasi atau mana- jer dalam membuat rencana, merumuskan kegiatan atau mengambil kebijakan/ keputusan. Pengambilan keputusan meru- pakan peranan manajemen yang paling penting, dan tersedianya sumber informasi yang reliabel merupakan komponen kunci bagi pembuatan keputusan manajemen. 




BAB II
Pembahasan
Konsep Pengambilan Keputusan

2.1  Proses Pengambilan Keputusan
Model pengambilan keputusan menurut Herbert A. Simon  sebagai dasar menjelaskan proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu:
1.              Penyelidikan (Inteligence). Mempelajari lingkungan untuk menentukan kondisi keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan disajikan untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2.              Perancangan (Design). Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3.              Pemilihan (Choice). Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.

Model pengambilan keputusan menurut Rubenstein dan Haberstroh mengemukakan langkah – langkah berikut :
1.              Pengenalan Masalah atau kebutuhan untuk pengambilan keputusan
2.              Analisis dan laporan alternatif
3.              Pemilihan diantara alternatif
4.              Komunikasi dan pelaksanaan keputusan
5.              Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.

Kedua model  tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa pelaksanaan adalah keputusan dan keputusan lain diperlukan untuk langkah selanjutnya.
Model Simon adalah relevan bagi perancangan sistem informasi manajemen.
2.1.1        Tahap proses penyelidikan. 
Merupakan proses pencarian melibatkan suatu pengujian data baik dalam cara yang telah ditentukan dahulu maupun dalam cara khusus. SIM harus menyediakan kedua fasilitas tersebut. Sistem informasinya sendiri harus memeriksa semua data dan menimbulkan suatu permintaan uji pada manusia atas situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk persoalan yang diterima agar dialirkan ke atas dalam organisasi sampai diambil suatu tindakan terhadapnya.
2.1.2        Tahap proses perancangan.
SIM harus memiliki model-model keputusan  ntuk mengolah data dan menimbulkan pilihan pemecahan. Model tersebut harus membantu dalam menganalisis pilihan.    
2.1.3        Tahap proses pemilihan.
Sebuah SIM adalah paling efektif bila hasil rancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong keputusan. Bila pilihan telah diambil, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penaksiran kelak.

2.2.1 Tahap penyelidikan dan Perancangan
.
Terdapat tiga aspek terpenting dalam tahap penyelidikan dan perancangan.
2.2.1.1  Penemuan masalah.
Menemukan perbedaan antara beberapa situasi yang ada dan  harapan. William F. Pounds mengidentifikasi empat model yang menghasilkan harapan yang berbeda dengan kenyataan dengan menggunakan model pengukuran:
A.            Model Historical
B.             Model Planning
C.             Model Organisasi
D.            Model Extraorganizational
2.2.1.2  Formulasi masalah.
Untuk mengidentifikasi masalah, sehingga aktivitas rancangan dan pemilihan sesuai dengan masalah empat strategi untuk mengurangi kompleksitas formulasi:
1.                 Menentukan batasan
2.                 Mengamati perubahan
3.                 Memecah masalah menjadi sub masalah yang lebih kecil
4.                 Memusatkan pada elemen pengendali
2.2.1.3  Pengembangan alternatif.
Dilakukan secara kreatif dengan meningkatkan prosedur dan dukungan mekanisme. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan bantuan antara lain:
A.            Skenario
B.             Analogi
C.             Brainstorming, checklist
D.            Kerangka proses keputusan

2.3 KERANGKA KERJA DAN KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
            Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap kerangka kerja dan konsepnya dapat dibahas sebagai berikut:
2.3.1 Sistem Pengambilan Keputusan.

2.3.1.1 Sistem Keputusan Tertutup. 
Dalam sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan terpisah dari masukan yang tidak diketahui dari lingkungan.   Sistem pengambilan keputusan tertutup biasanya menggunakan model kuantitatif.   Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
1.      Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing.
2.      Memiliki metode yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
3.      Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.

2.3.1.2 Sistem Keputusan terbuka.
Memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambil keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan. Model keputusan terbuka menganggap bahwa pengambil keputusan:
1.         Tidak mengetahui semua alternatif dan semua hasil
2.         Melakukan pencarian secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang memuaskan.
3.         Mengambil suatu keputusan yang memuaskan tingkat aspirasinya.
  
2.3.2        Pengetahuan terhadap hasil (Knowledge Of Outcomes).
Suatu hasil menentukan apa yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil. Dalam pengambilan keputusan ada tiga jenis pengetahuan yang berhubungan dengan hasil:
1.    Kepastian (Certainty).
Pengetahuan yang lengkap dan akurat mengenai hasil tiap pilihan. Hanya ada satu hasil untuk setiap pilihan.
2.      Resiko (Risk).
Hasil yang mungkin timbul dapat diidentifikasi dan satu kemungkinan yang terjadi dapat dihubungkan dengan masing-masing hasil.
Ketidakpastian (Uncertaninty). Berbagai hasil mungkin terjadi dan dapat diidentifikasi, tetapi tidak ada pengetahuan dari kemungkinan yang dapat dihubungkan dengan masing-masing hasilnya.

2.4      Model Keprilakuan pada Pengambilan Keputusan Keorganisasian

2.4.1  Pencarian Problemistik
Teori keprilakuan berdalil bahwa pencarian adalah berdasarkan aturan – aturan yang agak sederhana
1.      Pencarian secara local baik yang dekat pada gejala – gejala yang ada maupun yang dekat dengan pemecahan yang ada.
2.      Bila pencarian local gagal, kembangkan pencarian ke bidang – bidang keorganisasian yang lemah sebelum pindah ke bidang lain.

2.4.2    Pemahaman Keorganisasian
Organisasi menunjukkan perilaku yang sanggup menyesuaikan dengan berjalannya waktu. Mereka merubah tujuan dan merevisi pencarian berdasarkan pengalaman mereka.

2.4.3    Penerapan Model Keprilakuan Pengambilan Keputusan pada SIM
Teori leprilakuan adalah sebuah model deskriptif dari pengambilan keputusan keorganisasian. Di sini tekanannya adalah pada pemuasan, penghindaran ketidakpastian untuk mengendalikan lingkungan, adanya tujuan yang tidak konsisten berdasarkan persekutuan keorganisasian para anggota yang ada, pencarian persoalan yang sistimulasi, dan perilaku penyesuaian keorganisasian dengan berjalannya waktu. Nilai utama pola keperilakuan pada perancangan SIM adalah menyadarkan perencanaan pada pertimbangan – pertimbangan keperilakuan.



BAB III
Penutup

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas sangatlah jelas bahwa hadirnya teknologi komputer telah memberikan kontribusi yang sangat positif dalam sistem informasi manjemen dan SIM juga sangat dibutuhkan oleh para pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagi manajer, kehadiran komputer dalam SIM bukan saja memberikan kontribusi positif, lebih jauh dari itu, proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah,murah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehubungan dengan hal uraian tersebut di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan:
1.      SIM bukanlah komputer, ia merupakan pengembangan dari ilmu manajemen dan telah ada jauh sebelum hadirnya komputer;
2.      SIM merupakan metode bagi para pimpinan perusahaan/manajer dalam upaya pengambilan keputusan yang dapat dipertanggunjawabkan;
3.      Hadirnya teknologi komputer telah mem- bawa perubahan besar bagi aktivitas Sistem Informasi Manajemen;
4.       SIM yang berbasis komputer dapat menyajikan informasi (sebagai bahan dalam pengambilan keputusan) yang mermutu, bernilai dan berkualitas, yaitu informasi yang relevan bagi perusahaan/ organisasi, yang akurat dan tentu saja informasi yang tepat waktu atau tidak basi atau kadaluwarsa;
5.      Dengan adanya SIM berbasis komputer penyimpanan arsip atau dokumen- dokumen yang dilakukan oleh para man- ager secara komputerisasi lebih efektif dan efisien daripada sebelumnya yang dengan menggunakan penyimpanan secara manual.  6. Dengan adanya SIM berbasis komputer  penyimpanan secara komputerisasi ini dapat diproses dengan cepat dan dalam pencariannya tidak membutuhkan waktu yang lama, selain itu dokumen dapat dirawat secara digital. 
Dengan aktivitas SIM yang berbasis komputer ini, para pimpinan perusahaan/ manajer dapat lebih mudah, murah, efisien dan efektif dalam upaya pengambilan kepu- tusan, termasuk di dalamnya dalam melaku- kan fungsi-fungsi manajemen, seperti per- encanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), dan pengawasan (controlling) yang hasil kepu- tusannya tersebut harus dapat dipertang- gungjawabkan.  


DAFTAR PUSTAKA


Davis, Gordon B., Management Information Systems : Conceptual Foundations, Structure, and Development, Tokyo : McGraw-Hill Kogakusha, 1974; Terj, Adiwardana, Andreas S., Kerangka Dasar Sistem Informasi Managemen Bagian I: Pengantar, Jakarta, PT. Pustaka Binaman Pressindo, 2002, Cetakan ke-12.

Sabtu, 07 Maret 2015

PENGARUH IPTEK TERHADAP TATA NILAI BUDAYA

Pengaruh IPTEK terhadap tata nilai budaya


Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya. Mungkin itu adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan begitu beragamnya budaya yang ada di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Beribu-ribu pulau, suku, Bahasa dan adat membuat Indonesia mempunyai daya Tarik tersendiri bagi Negara lain.
Dipandang dari adat dan wilayah ke”Timur”annya, maka Indonesia sangat berbeda dengan adat yang berada di wilayah “Barat”. Kebanyakan orang timur sangat menunjung tinggi nilai-nilai budayanya sendiri sebagai aset untuk melestarikan daeran dan budayanya secara turun-menurun. Nila budaya yang dimaksud adalah sopan, santun, taat, saling menghormati, saling menghargai dan menjunjung tinggi adat, maupun tata krama pergaulan.
Perkembangan teknologi tentu membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Namun memang dalam perkembangannya terdapat beberapa dampak. Baik itu dampak negative maupun positif.

Bidang Informasi Dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:
a. Kita akan lebih cepai mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
b. Kita dapat berkomimikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
c. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.
Disamping keuntungan keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
b. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
c. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh lnformasi tentang tes psikologi, dan be.hlcan dapat memperoleh lxya,nan tes psikologi secara langsung dari internet.
d. Kecemasan teknologi  Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi ' komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modeminternet karena disambar petir.

Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a. Perlumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya industrialisasi
c. Produktifitas dunia industri semakin menhigkat
Kemajuan teknologi akan meninglcatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi d.an reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah rnenunjukkan bahtiva akan segera. muncul teknologi bisnis yang memunglcinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibamya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentxansformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lam; 1. terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara. moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental "instant".

Bidang Sosial dan Budaya
1.            Perbedaan kepribadian pria dan wanita.
Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun daiam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan gria semakin menonjol.
Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wauitx dalamkepemimpina.u semakin membesar. Semakin banya.k wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
2.            Meningkatnya rasa percaya diri
Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
3.            Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi "kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani".
b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperfi gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
c. Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kim semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara. lain:
a. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baiv, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teirnoiogi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c.  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain: Kerahasiaan alat tes semakin tehincam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekaii bacor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui intemet tersebut.

Bidang politik
a. Timbulnya kelas menengah baru PerCumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
c. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang tekaoiogi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.