Senin, 16 November 2015

KARNAUGH MAP



Penyederhanaan Fungsi Boolean Dengan Karnaugh Map

Setelah cukup memahami teorema aljabar Boolean, penyederhanaan fungsi Boolean dengan aljabar, dan model-model Karnaugh Map beserta pemetaannya, kini saatnya mencoba menyelesaikan fungsi logika Boolean dengan Peta Karnaugh (Karnaugh Map/ K-Map). Jika suatu fungsi logika memiliki tiga atau empat variabel, maka penyelesaian dengan K-Map ini akan lebih mudah dibanding dengan penyederhanaan cara Aljabar.

Dari beberapa model K-Map yang telah dibahas sebelumnya, penyederhanaan fungsi logika pada posting ini hanya akan menggunakan model-1 karena metode penyederhanaan dengan model-model K-Map lain pun hasilnya akan tetap sama.

PENYEDERHANAAN DUA VARIABEL
Contoh 1.
F = AB + A'B + AB'

Penyelesaian:

   1.      Gambarkan K-Map Model-1 untuk dua variabel
   2.      Ganti kotak-kotak yang sesuai untuk AB, A'B, dan AB, dengan angka satu (1) dan sisanya dengan   angka nol (0)

   3.  Gabungkan semua angka satu (1) sesederhana mungkin. Untuk mempermudah dapat menggunakan pemetaan K-Map dua variabel.


    4.      Hasil penyederhanaan dari F = AB + A'B + AB' adalah F = A + B


Perbandingan dengan cara Aljabar:

F = AB + A'B + AB'
   = A (B+B') + A'B
= A (1) + A'B
= A + A'B
= A + B (Teorema T9)

Perbandingan dengan software Karnaugh Map Explorer 1.0



Contoh 2.

F = AB' + A'B'

Penyelesaian:

1.      1. Gambarkan K-Map Model-1 untuk dua variabel
2.      2. Ganti kotak-kotak yang sesuai untuk AB' dan A'B' dengan angka satu (1) dan sisanya dengan angka nol (0)



    3.    Karnaugh Map Gabungkan semua angka satu (1) sesederhana mungkin. Untuk mempermudah dapat menggunakan pemetaan K-Map dua variabel.



    4.    Variabel Hasil penyederhanaan adalah F = B'


Perbandingan dengan cara Aljabar:

F = AB' + A'B'
   = (A+A') B'
   = (1) B'
   = B'

Perbandingan dengan software Karnaugh Map Explorer 1.0

PENYEDERHANAAN TIGA VARIABEL
Contoh 1.

F = ABC' + AB'C' + AB'C + ABC

Penyelesaian:
   1.   Gambarkan K-Map Model-1 untuk 3 variabel kemudian tandai dengan angka satu (1) setiap kotak yang mewakili ABC', AB'C', AB'C, dan ABC, sisanya diisi dengan angka nol (0).



    2.   Gambarkan pemetaan K-Map untuk 3 variabel yang paling mendekati dan paling sederhana. Pada kasus ini area A pada K-Map dapat mewakili semua variabel dalam soal.



     3.     Variabel Hasil penyederhanaan dari F = ABC' + AB'C' + AB'C + ABC adalah F = A

Perbandingan dengan Aljabar:
F = ABC' + AB'C' + AB'C + ABC
   = AB (C'+C) + AB' (C'+C)
   = AB (1) + AB' (1)
   = AB + AB'
   = A (B+B')
   = A (1)
   = A

Perbandingan dengan software Karnaugh Map Explorer 1.0



Contoh 2.

F = A'B'C + A'BC + AB'C + ABC + ABC'

Penyelsesaian
     1.    Gambarkan K-Map Model-1 untuk 3 variabel kemudian tandai dengan angka satu (1) setiap kotak yang mewakili A'B'C, A'BC, AB'C, dan ABC, dan ABC', sisanya diisi dengan angka nol (0).




     2. VariabelGambarkan pemetaan K-Map untuk 3 variabel yang paling mendekati dan paling sederhana. Pada kasus ini area AB dan area C pada K-Map dapat mewakili semua variabel dalam soal.




 
   
     3.      Penyederhanaan dari F = A'B'C + A'BC + AB'C + ABC + ABC' adalah F = AB + C

Perbandingan dengan Aljabar:

F = A'B'C + A'BC + AB'C + ABC + ABC'
= (A'+A)B'C + (A'+A)BC + ABC'
= (1) B'C + (1) BC + ABC'
= B'C + BC + ABC'
= (B'+B)C + ABC'
= (1) C + ABC'
= C + ABC'
= C + AB (Teorema T9)
= AB + C

Perbandingan dengan software Karnaugh Map Explorer 1.0




PENYEDERHANAAN EMPAT VARIABEL

F = A'BC'D + ABC'D + A'BCD + ABCD

Penyelsesaian
      1.      Gambarkan K-Map Model-1 untuk 4 variabel kemudian tandai dengan angka satu (1) setiap kotak yang mewakili A'BC'D, ABC'D, A'BCD, ABCD, sisanya diisi dengan angka nol (0).



 
  
      2.      Gambarkan pemetaan K-Map untuk 4 variabel yang paling mendekati dan paling sederhana. Pada kasus ini area B dab D pada K-Map dapat mewakili semua variabel dalam soal.




3.      Karnaugh Map 4 variabel Hasil penyederhanaan dari F = A'BC'D + ABC'D + A'BCD + ABCD adalah F = BD

Perbandingan dengan Aljabar:

F = A'BC'D + ABC'D + A'BCD + ABCD
= (A'+A) BC'D + (A'+A) BCD
= (1) BC'D + (1) BCD
= BC'D + BCD
= BD (C'+C)
= BD (1)
= BD

Perbandingan dengan software Karnaugh Map Explorer 1.0 Software K-Map





  

Sumber: http://www.linksukses.com/2012/11/logika-boolean-karnaugh-map.html

Sabtu, 14 November 2015

Review Google+

GOOGLE+ : THE GOOD,THE BAD & THE UGLY

Ketika saya pertama kali menggunakan Google+ saya sedikit mengganggap remeh situs ini, tetapi semakin saya gunakan dan  saya perhatikan, saya mulai menyukai situs ini. Meskipun telah dianggap pesaing Facebook, namun situs ini sangat berbeda dengan Facebook. Saya ingin berbagi pendapat saya mengenai pro dan kontra dari Google+.

THE GOOD

Better Privacy

Google+ menggunakan diaspora seperti berbagi konten dengan menggunakan kalangan. Saya rasa format ini sangat menarik bagi berbagai user yang bekerja untuk menyeimbangkan kehidupan professional dan pribadi mereka. Google+ membuat anda lebih mudah untuk menargetkan kontet kedalam inner circle anda. Namun, hal ini juga dapat merepotkan karena anda harus menambahkan inner circle yang tepat untuk setiap postingan anda.
Facebook sering dikritik untuk perubahan privasi yang meragukan user, dan Google tampaknya melayani para pengguna Facebook yang kurang nyaman dengan perubahan privasi pada situs itu dengan menggunakan privasi di satu lokasi. Menghapus akun sosial itu sangat mudah untuk dilakukan, begitu juga dengan menghapus fitur sosial. Nah, mungkin kelebihan ini yang menarik bagi para Facebookers untuk berpaling menggunakan Google+.

THE BAD

Complexity

Setelah anda log-in, anda dapat mengatakan bahwa beberapa orang jenius telah menciptakan situs ini. Namun, menurut pendapat saya,UI-nya terlalu ribet buatbeberapa user. Ada terlalu banyak pilihan dan fitur berbeda buat orang yang hanya ingin memposting sebuah informasi. Namun, hal ini dapat dibuat lebih sederhana oleh Facebook dan Twitter. Dan itu menjadi keunggulan mereka.
Untuk memposting sesuatu, user harus menemukan koneksi untuk menambahkan circle, menambahkan saran dan teman-teman baru untuk dimasukkan kedalam circle dan memperbaharui konten untuk orang-orang tertentu yang memilih circle(yang masuk kedalam’your circle’ atau ‘extended circles’).

THE UGLY

The Product Name & Element Names

Seperti yang dikatakan oleh Danny nama Google+ itu tidak terlalu bagus. Konvensi penamaan dan servicenya juga tidak terlalu baik. Bukannya memberikan ‘like’ seperti pada situs lain, dalam Google+ user memberikan +1 pada postingan yang mereka sukai. Jumlah like+1 terdaftar denganposting dalam bentuk +#. Jadi kalau ada 7 orang yang menyukai postingan anda maka dia akan terlihat+7. Tapi kalau yang menyukai posyingan anda hanya 1 orang itu malah bikin bingung.
I apologize for this next sentence in advance, but there is no better way to state it. Dari apa yang sudah saya amati sejauh ini, setiap posting Google+ yang ada ‘+1ed’-nya di Google+ itu gakmunculdi Google+, jadi dia offsendiri dari Google+nya. Banyak yang harus dibahas sebenernya. Tapi, pada dasarnya tombol +1 di Google+ itu gak sama kayak tombol +1 di SERPs, yang mana init uh bener-bener aneh dan membingungkan.

Nama-nama elemen lain juga membingungkan. Google talk ada di tampilan bawah chat di navigasi kiri, tapi ‘Hangouts’ tidak ada di dekat bagian chatting navigasi, kemudian ‘huddles’ yang tidak bisa ditemukan di web. Kemudian jika ada berita itu jugamalah disebut ‘spark’ ketika ada grup didalam ‘circles’. Terlalu banyak elemen untuk user yang hanya ingin berkomunikasi.

Senin, 26 Oktober 2015

Tutorial membuat vektor menggunakan Adobe Ilustrator

Dalam postingan saya kali ini saya akan membuat tutorial bagaimana cara membuat vektor menggunakan adobe ilustrator, tata caranya dapat anda lihat di YouTube dengan link berikut :https://youtu.be/J8AGYCms7kk

semoga tutorial ini bermanfaat bagi teman-teman semua. selamat malam.

Jumat, 05 Juni 2015

IT'S OKAY TO HOPE !

Harapan, ya suatu hal yang selalu ada dalam setiap langkah kehidupan manusia, tak terkecuali kita. Sebuah harapan selalu menyertai kita. Seperti harapan mendapatkan bonus penghasilan, atau mengikuti sebuah undian berhadiah  berharap mendapatkan sebuah hadiah utama. Ya benar sekali harapan akan selalu membawa motivasi untuk kita melangkah satu persatu. Sebuah langkah mudah dalam membangun harapan adalah sebuah keyakinan. Hal utama untuk membangun semua yang kita inginkan.

Apakah mimpi dan harapan sama? Perbedaan antar keduanya sangatlah tipis, mimpi adalah suatu harapan dan angan kita saat kita tak sadar, dalam hal ini adalah tertidur atau beristirahat. akan tetapi banyak orang hanya menganggap mimpi itu adalah sebuah bunga tidur. akan tetapi apabila kita yakin dan berusaha akanlah kita mendapatkan mimpi – mimpi yang awalnya hanyalah bunga tidur tadi. 
Sedangkan harapan itu adalah suatu angan kita secara sadar kita menginginkannya. jadi dengan itu kita langsung berusaha untuk mendapatkan harapan tadi. Sebagai contoh kita memiliki harapan mendapatkan pendapatan tinggi, ya kita berusaha dengan bekerja keras sesuai dengan kemampuan kita.

Problematika yang sering ditemukan dalam kehidupan manusia tentang harapan adalah Manusia hanya banyak berharap dan mereka kurang berusaha dan berdoa, atau hanya berusaha tanpa berdoa, ataupun hanya berdoa tanpa berusaha. Hal ini adalah sia – sia, Tuhan meminta umatnya menyeimbangkan keduanya untuk mendapatkan semua harapan tersebut. Tuhan Mmenyarankan kita untuk Berusaha dengan keras dan berdoa untuk dapat mewujudkan semua yang kita harapkan. Jadi Sekarang, hanya bagaimana cara anda membuat semua mimpi dan harapan anda menjadi nyata.


 “We dream to give ourselves hope. To stop dreaming – well, that’s like saying you can never change your fate.” ― Amy Tan, The Hundred Secret Senses

PHOBIA ? TERUS GIMANA ?

Kata phobia mungkin sudah seringkali Anda dengar. Ya, kata yang akrab dengan ketakutan berlebih ini, telah banyak di derita oleh kebanyakan masyarakat. Akan tetapi sampai saat ini masih banyak yang belum mengetahui apa penyebab dari phobia yang dialaminya. Phobia? Ini penyebabnya.
Phobia atau gangguan anxietas fobik merupakan rasa ketakutan yang berlebihan pada suatu hal atau fenomena. Ketakutan yang terjadi bersifat irrasional dan tidak masuk akal. Hal ini terjadi karena penderita phobia menggunakan bahasa rasa dalam melihat sumber ketakutan tersebut. Berbeda dengan pengamat phobia (orang yang melihat penderita phobia), mereka menggunakan bahasa logika dalam melihat hal tersebut. Sehingga saat penderita mengalami phobia, pengamat phobia akan mengganggap hal itu sebagai hal yang lucu. Namun dibalik itu semua, tahukah Anda apa penyebabnya?
Phobia seringkali terjadi akibat adanya pengalaman buruk atau trauma di masa lalu. Namun hanya mengalami sesuatu yang buruk tidaklah cukup untuk menjadi phobia. Untuk bisa menyebabkan phobia, setidaknya hal buruk tersebut harus menjadi fiksasi, yakni suatu keadaan dimana mental seseorang menjadi terkunci yang terjadi akibat ketidakmampuan orang yang bersangkutan dalam mengendalikan rasa takutnya.

Phobia ini juga saya rasakan sendiri. Hal yang benar-benar sangat tidak masuk akal adalah bahwa saya takut terhadap polisi. Jika teman-teman saya atau orang lain bertanya mengapa saya bisa takut terhadap polisi, saya pasti hanya akan menjawab “Takut ditembak”. Karena memang hanya itu alasan saya. Dulu, saya tinggal di kawasan asrama polisi. Dan setiap pagi dan sore hari para polisi tersebut akan lari keliling asrama sambil bawa senapan. Sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Namun, suatu sore saat saya sedang susah makan ibu saya akan menakut-nakuti saya dengan satu kalimat ampuh yang cukup membuat saya takut sampai sekarang. “Kalo gamau makan nanti mama kasih polisi loh biar ditembak.” And that’s it. Seketika saya takut setengah mati sama polisi.
Sekarang di umur saya yang hampir berkepala dua pun kalau dijalan ketemu polisi, rasanya pengen lari sekencang-kencangnya dan nangis. Banyak dari teman saya yang bilang kalu itu lebay, ya tapi gimana lagi kan namanya juga phobia.

Saya sempat membaca artikel bahwa phobia itu ternyata ada ratusan jenis ! namun sebenarnya dapat dikelompokkan menjadi bagian kecil yang cakupannya luas namun lebih spesifik. Menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental Disorder IV) jenis phobia itu ada 3, yaitu :
1.    Phobia sederhana atau spesifik (Phobia terhadap suatu obek/keadaan tertentu). Misalnya takut pada binatang, tempat tertutup, ketinggian dan lain-lain.
2.    Phobia sosial (Phobia terhadap pemaparan situasi sosial). Seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini senang menghindari tempat-tempat ramai.
3.    Phobia kompleks (Phobia terhadap tempat atau situasi ramai dan terbuka). Misalnya di mall atau di kendaraan umum. Orang seperti ini bisa saja takut keluar rumah.

Sebenarnya ada beberapa teknik Untuk penyembuhan phobia diantaranya adalah sebagai berikut : 
1.    Hypnotheraphy : Penderita phobia diberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia.
2.    Flooding : Exposure Treatment yang ekstrim. Si penderita phobia yang ngeri kepada anjing (cynophobia), dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor anjing jinak, sampai ia tidak ketakutan lagi.
3.   Desentisisasi Sistematis : Dilakukan exposure bersifat ringan. Si penderita phobia yang takut akan anjing disuruh rileks dan membayangkan berada ditempat cagar alam yang indah dimana si penderita didatangi oleh anjing-anjing lucu dan jinak.
4.    Abreaksi : Si penderita phobia yang takut pada anjing dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang anjing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang anjing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan anjing. Memang sih bila phobia yang dikarenakan pengalaman traumatis lebih sulit dihilangkan.
5.  Reframing : Penderita phobia disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau dimana permulaannya si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

Mungkin cukup segitu dulu bagi-bagi ceritanya. Nanti kalau saya sudah tau lebih banyak dan phobia saya bisa sembuh, mungkin saya akan cerita lagi. See ya !

Sabtu, 25 April 2015

PANDANGAN HIDUP

CITA – CITA, KEBIJAKAN DAN KEPERCAYAAN.

Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu ia menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Saya sebagai individu pun memiliki pandangan hidup, sebagaimana seperti yang kita ketahui bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain. Mungkin bagi sebagian orang ini merupakan hal yang sangat sepele, saya hanya ingin menjadi “orang baik”. Mengapa saya ingin menjadi orang baik ? karena menjadi orang baik itu tidaklah mudah. Menurut pandangan saya, orang baik itu adalah orang yang baik dalam segala hal. Baik itu akhlak, ibadah, kehidupan, sosialisasi, finansial dan berbagai macam hal lainnya.
Karena saya menyadari masih banyak PR untuk dilakukan, maka saya berusaha merubah semua itu, dengan apa ? dengan ibadah, usaha dan do’a. Tiga hal tersebut adalah tindakan dasar untuk melakukan sesuatu. Seperti saat ini misalnya, saya sedang menduduki jenjang perkuliahan. Dimana saat ini saya kuliah masih dibiayai oleh orang tua saya, saya mempunyai target untuk lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan ipk yang baik dan membuat orang tua saya bangga karena telah membiayai saya.
Setelah saya lulus, saya akan mencari pekerjaan yang competible dengan kemampuan saya dan dengan payment yang menurut saya cukup untuk kehidupan saya dan kedua orang tua saya di masa tuanya. Saya percaya bahwa ketika saya sudah dewasa nanti saya berkewajiban mengurus kedua orang tua saya. Maka dari itu saya harus menyiapkan semua yang terbaik untuk mereka sama seperti saat mereka menyiapkan yang terbaik jauh sebelum saya lahir ke dunia ini.
Awalnya saya memiliki cita-cita untuk menjadi Psycholog, namun karena pada saat mendaftar ke perguruan tinggi saya tidak usaha adengan sungguh-sungguh maka cita-cita tersebut kandaslah sudah. Sekarang saya berkuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di kota Depok dan mengambil jurusan IT. Dan mulai dari sekarang saya akan menjalani perkuliahan ini dengan baik dan mengambil segala resiko yang ada di dalamnya karena ini sudah menjadi pilihan saya.
Saya yakin jika segala sesuatu diajalani dengan tekun dan niat yang kuat, maka keberhasilan ada di depan mata. Karena saya percaya Tuhan tidak akan memberi ujian yang tidak bisa dilakukan oleh hambanya-Nya. 

KEADILAN DI MATA MASYARAKAT KELAS BAWAH


DAMPAK KEADILAN YANG TIDAK MERATA

Menurut KBBI, hukum merupakan peraturan atau adat yang secara resmi dianggap mengikat dan dilakukan oleh penguasa atau pemerintah, undang-undang, peraturan dan sebagainya untuk mengatur pergaulan hidup masyarakat. Sedangkan keadilan berarti adanya persamaan dan saling menghargai karya orang lain, seseorang itu bertindak adil apabila orang memberikan sesuatu kepada orang lain sesuai dengan haknya dan bisa menempatkan sesuatu pada tempatnya sesuai dengan harkat manusia mempunyai derajat yang sama di mata hukum.
Kondisi hukum di Indonesia saat ini belum mencerminkan keadilan yang sesungguhnya. Maraknya tindakan korupsi dan tindakan pidana yang semakin memperlihatlan bahwa keadilan di Negara kita belum merata. Kehidupan yang tidak merata membuat banyak warga Negara yang tidak mendapatkan keadilan sepenuhnya.
Indonesia dikenal sebagai negara hukum, namun Indonesia juga dikenal sebagai Negara yang mempunyai sistem hukum tumpul keatas dan tajam kebawah. Keadaan hukum yang tidak merata akan berdampak buruk terhadap moral bangsa.
Kondisi hukum di Indonesia tampak tidak benar-benar dijalankan berdasarkan pancasila dan undang-undang, keadaan seperti ini membuat hukum tidak seimbang. Terlihat jelas pada kasus-kasus yang lebih memberatkan hukuman kepada masyarakat kecil yang terlibat dengan hukum pidana dibandingkan dengan para pejabat pemerintahan yang kasus-kasusnya bisa direkayasa dengan mengandalkan uang dan jabatan tinggi. sampai saat ini banyak kasus yang masih belum selesai dengan tanggapan yang minim dari para penegak hukum pemerintahan Indonesia. Kita mengenal Negara Republik Indonesia sebagai Negara hukum, namun hukuman yang tidak merata terhadap masyarakat kecil semakin memperlihatkan bahwa keadilan hukum yang kita anut selama ini tidak berjalan sesuai dengan tujuan Negara, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sebagai contoh, di Situbondo seorang nenek berusia 63 tahun yang dituding mencuri batang pohon kayu jati milik Perhutani KPH Bondowoso. Nenek tesebut sudah mendekam di penjara sejak lima bulan lalu dan kasusnya masih bergulir hingga saat ini, padahal menurut sang Nenek ia mengambil batang pohon itu dari lahannya sendiri ima tahun silam. Nenek ini dijerat dengan pasal 12 juncto pasal 83 UU Nomor 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Pengrusakan Hutan.
Kasus tersebut dapat kita bandingkan dengan kasus yang menimpa para pejabat tinggi negara. Sebagai contoh saya akan mengambil kasus yang menimpa Panda Nababan yang berkedudukan selaku sekretaris fraksi PDIP yang di duga menerima uang suap Rp 1,5 miliar dalam kasus travel cek dalam pemilihan Deputi Gubernur senior Bank Indonesia pada tahun 2004 yang diungkap oleh jaksa penuntut umum komisi pemberantasan korupsi (KPK) hanya diberi hukuman selama 1 tahun 5 bulan.
Berkaca dari kedua kasus diatas, dapat dilihat bahwa keadilan hukum antara pejabt negara dengan masyarakat kalangan bawah itu sangat berbeda, diantaranya yaitu menimbulkan kecemburuan sosial antara kelompok masyarakat kelas bawah dengan kelas atas. Masih banyak lagi kasus-kasus yang diduga direkayasa diantaranya kasus Bank Century, kasus Antasari Azhar dan Nasarudin yang hingga saat ini belum selesai bahkan terkesan terabaikan dengan pengalihan kasus lainya.

Keadaan keadilan yang tidak merata bagi semua kalangan dapat membuat hilangnya kepercayaan masyarakat, masyarakat kecil semakin tertindas, hilangya moral bangsa dan yang pasti tujuan Negara akan terabaikan dengan tidak melaksanakan aturan-aturan yang telah di buat dalam dasar Negara, yaitu pancasila dan undang-undang. Ketidakadilan ini juga akan menyebabkan semakin merajalelanya para koruptor untuk melalap uang rakyat dalam rangka memperkaya diri sendiri sehingga pembangunan negeri ini terhenti dan menyebabkan angka kemiskinan bertambah. Seharusnya para penegak hukum benar-benar menjalankan tugas dengan baik dengan menjunjung tinggi keadilan dan menjalankan peraturan undang-undang dengan bijaksana, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang adil, serta hukuman yang diterima sesuai dengan apa yang telah dilanggar para pidana.