Sabtu, 14 Maret 2015

Konsep Pengambilan Keputusan untuk Sistem Informasi

BAB I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang

Setelah perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya, maka semakin banyaklah perusahaan di Indonesia yang menerapkan Sistem Informasi Managemen (SIM). Karena mereka mulai menyadari SIM sangat besar manfaatnya bagi peningkatan kinerja organisasi. Perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi pada dewasa ini tidak akan unggul di dalam persaingan. Ukuran penggunaan sistem berhubungan erat dengan pendekatan kepuasan pemakai. Banyak peneliti mengakui bahwa kepuasan pemakai SIM merupakan indikator yang penting dalam menentukan keberhasilan dalam mendesain dan mengimplementasikan SIM.  Akan tetapi sebenarnya Sistem Informasi Managemen (SIM) telah ada sebelum adanya perkembangan teknologi informasi (teknologi komputer). SIM telah digunakan oleh para pimpinan organisasi atau perusahaan, dalam upaya pengambilan keputusan walaupun masih terbatas. Saat itu, proses pengambilan keputusan yang dilakukan masih sangat sederhana.
Segala sesuatunya masih berjalan secara manual dan masih lamban karena semua data yang tersimpan dalam bentuk lembaran - lembaran arsip yang beraneka ragam. Sehingga  pimpinan memerlukan suatu informasi yang berhubungan dengan sesuatu yang harus diputuskan atau diambil kebijakan, maka tidak ada cara selain membongkar semua arsip yang dibutuhkan. Kadangkala jika arsip tersebut telah ditemukan tulisannya sudah kabur, kertasnya sudah kusam, atau bahkan mungkin sudah rusak karena dimakan rayap atau kutu buku dan sejenisnya. Pendek kata, proses pencarian arsip dan dokumen yang dibutuhkan sebagai dasar dari pengambilan keputusan bagi sang pimpinan sangatlah lamban dan membutuhkan waktu yang lama. 
Sistem informasi manajemen diharapkan mampu membantu setiap orang yang membutuhkan pengambilan keputusan dengan lebih tepat dan akurat. Namun disadari bahwa dengan berbagai peran yang dimiliki dalam aktivitas yang dilaksanakannya, setiap orang berusaha untuk dapat memenuhi tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya dengan baik. Dalam usaha memecahkan suatu masalah, pemecah masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari atau mengurangi dampak negatif, atau untuk memanfaatkan kesempatan. Kondisi ini menjadi tidak mudah dengan semakin rumitnya aktivitas dan keterbatasan sumber daya yang tersedia. Apalagi informasi yang dibutuhkan tidak berasal langsung dari sumbernya. Untuk itu manajemen sebagai pengguna informasi membutuhkan suatu sistem pendukung (support systems) yang mampu meningkatkan pengambilan keputusannya, terutama untuk kondisi yang tidak terstruktur atau pun sistem pendukung untuk tingkatan tertentu saja. Ada dua alasan penting mengapa manajemen membutuhkan sistem pendukung yang mampu untuk meningkatkan pengambilan keputusannya.
  Salah satu fungsi manajemen adalah perencanaan. Dalam proses perencanaan, pihak manajemen berusaha memikirkan apa saja yang akan dikerjakannya, berupa ukuran atau jumlahnya, siapa yang akan melaksanakan dan mengendalikannya agar tujuan organisasi/perusahaan dapat tercapai. Dalam kerangka itu semua, diperlukan informasi, dan informasi yang relevan dengan proses perencanaan harus disediakan. Alat untuk menyediakan informasi tersebut dapat berupa sebuah SIM, atau dapat juga usaha khusus seperti pengumpulan data baik internal maupun eksternal, yang nantinya dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan dan memberikan kontribusi pada kinerja pemakai. Jadi, informasi adalah bahan dasar bagi pimpinan organisasi atau mana- jer dalam membuat rencana, merumuskan kegiatan atau mengambil kebijakan/ keputusan. Pengambilan keputusan meru- pakan peranan manajemen yang paling penting, dan tersedianya sumber informasi yang reliabel merupakan komponen kunci bagi pembuatan keputusan manajemen. 




BAB II
Pembahasan
Konsep Pengambilan Keputusan

2.1  Proses Pengambilan Keputusan
Model pengambilan keputusan menurut Herbert A. Simon  sebagai dasar menjelaskan proses pengambilan keputusan terdiri dari tiga tahap pokok, yaitu:
1.              Penyelidikan (Inteligence). Mempelajari lingkungan untuk menentukan kondisi keputusan. Data mentah diperoleh, diolah, dan disajikan untuk dijadikan petunjuk yang dapat mengidentifikasi persoalan.
2.              Perancangan (Design). Mendaftar, mengembangkan, dan menganalisis arah tindakan yang mungkin. Hal ini meliputi proses-proses untuk memahami persoalan, menghasilkan pemecahan, dan menguji kelayakan pemecahan tersebut.
3.              Pemilihan (Choice). Memilih arah tindakan tertentu dari semua yang ada. Pilihan ditentukan dan dilaksanakan.

Model pengambilan keputusan menurut Rubenstein dan Haberstroh mengemukakan langkah – langkah berikut :
1.              Pengenalan Masalah atau kebutuhan untuk pengambilan keputusan
2.              Analisis dan laporan alternatif
3.              Pemilihan diantara alternatif
4.              Komunikasi dan pelaksanaan keputusan
5.              Langkah lanjutan dan umpan balik hasil keputusan.

Kedua model  tersebut tidak saling bertentangan. Model Simon pada dasarnya mengatakan bahwa pelaksanaan adalah keputusan dan keputusan lain diperlukan untuk langkah selanjutnya.
Model Simon adalah relevan bagi perancangan sistem informasi manajemen.
2.1.1        Tahap proses penyelidikan. 
Merupakan proses pencarian melibatkan suatu pengujian data baik dalam cara yang telah ditentukan dahulu maupun dalam cara khusus. SIM harus menyediakan kedua fasilitas tersebut. Sistem informasinya sendiri harus memeriksa semua data dan menimbulkan suatu permintaan uji pada manusia atas situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk persoalan yang diterima agar dialirkan ke atas dalam organisasi sampai diambil suatu tindakan terhadapnya.
2.1.2        Tahap proses perancangan.
SIM harus memiliki model-model keputusan  ntuk mengolah data dan menimbulkan pilihan pemecahan. Model tersebut harus membantu dalam menganalisis pilihan.    
2.1.3        Tahap proses pemilihan.
Sebuah SIM adalah paling efektif bila hasil rancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong keputusan. Bila pilihan telah diambil, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penaksiran kelak.

2.2.1 Tahap penyelidikan dan Perancangan
.
Terdapat tiga aspek terpenting dalam tahap penyelidikan dan perancangan.
2.2.1.1  Penemuan masalah.
Menemukan perbedaan antara beberapa situasi yang ada dan  harapan. William F. Pounds mengidentifikasi empat model yang menghasilkan harapan yang berbeda dengan kenyataan dengan menggunakan model pengukuran:
A.            Model Historical
B.             Model Planning
C.             Model Organisasi
D.            Model Extraorganizational
2.2.1.2  Formulasi masalah.
Untuk mengidentifikasi masalah, sehingga aktivitas rancangan dan pemilihan sesuai dengan masalah empat strategi untuk mengurangi kompleksitas formulasi:
1.                 Menentukan batasan
2.                 Mengamati perubahan
3.                 Memecah masalah menjadi sub masalah yang lebih kecil
4.                 Memusatkan pada elemen pengendali
2.2.1.3  Pengembangan alternatif.
Dilakukan secara kreatif dengan meningkatkan prosedur dan dukungan mekanisme. Kreativitas dapat ditingkatkan dengan bantuan antara lain:
A.            Skenario
B.             Analogi
C.             Brainstorming, checklist
D.            Kerangka proses keputusan

2.3 KERANGKA KERJA DAN KONSEP PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
            Ada beberapa cara untuk mengklasifikasikan pengambilan keputusan. Pemahaman terhadap kerangka kerja dan konsepnya dapat dibahas sebagai berikut:
2.3.1 Sistem Pengambilan Keputusan.

2.3.1.1 Sistem Keputusan Tertutup. 
Dalam sistem keputusan tertutup menganggap bahwa keputusan terpisah dari masukan yang tidak diketahui dari lingkungan.   Sistem pengambilan keputusan tertutup biasanya menggunakan model kuantitatif.   Dalam sistem ini pengambil keputusan dianggap:
1.      Mengetahui semua perangkat alternatif dan semua akibat atau hasilnya masing-masing.
2.      Memiliki metode yang memungkinkan dia membuat urutan kepentingan semua alternatif.
3.      Memilih alternatif yang memaksimalkan sesuatu, misalnya laba, volume penjualan, atau kegunaan.

2.3.1.2 Sistem Keputusan terbuka.
Memandang keputusan sebagai berada dalam suatu lingkungan yang rumit dan sebagian tak diketahui. Keputusan dipengaruhi oleh lingkungan dan pada gilirannya proses keputusan kemudian mempengaruhi lingkungan. Pengambil keputusan dianggap tidak harus logis dan sepenuhnya rasional, tetapi lebih banyak memperlihatkan rasionalitas hanya dalam batas yang dikemukakan oleh latar belakang, pandangan atas alternatif, kemampuan menangani suatu model keputusan. Model keputusan terbuka menganggap bahwa pengambil keputusan:
1.         Tidak mengetahui semua alternatif dan semua hasil
2.         Melakukan pencarian secara terbatas untuk menemukan beberapa alternatif yang memuaskan.
3.         Mengambil suatu keputusan yang memuaskan tingkat aspirasinya.
  
2.3.2        Pengetahuan terhadap hasil (Knowledge Of Outcomes).
Suatu hasil menentukan apa yang akan terjadi bila sebuah keputusan diambil. Dalam pengambilan keputusan ada tiga jenis pengetahuan yang berhubungan dengan hasil:
1.    Kepastian (Certainty).
Pengetahuan yang lengkap dan akurat mengenai hasil tiap pilihan. Hanya ada satu hasil untuk setiap pilihan.
2.      Resiko (Risk).
Hasil yang mungkin timbul dapat diidentifikasi dan satu kemungkinan yang terjadi dapat dihubungkan dengan masing-masing hasil.
Ketidakpastian (Uncertaninty). Berbagai hasil mungkin terjadi dan dapat diidentifikasi, tetapi tidak ada pengetahuan dari kemungkinan yang dapat dihubungkan dengan masing-masing hasilnya.

2.4      Model Keprilakuan pada Pengambilan Keputusan Keorganisasian

2.4.1  Pencarian Problemistik
Teori keprilakuan berdalil bahwa pencarian adalah berdasarkan aturan – aturan yang agak sederhana
1.      Pencarian secara local baik yang dekat pada gejala – gejala yang ada maupun yang dekat dengan pemecahan yang ada.
2.      Bila pencarian local gagal, kembangkan pencarian ke bidang – bidang keorganisasian yang lemah sebelum pindah ke bidang lain.

2.4.2    Pemahaman Keorganisasian
Organisasi menunjukkan perilaku yang sanggup menyesuaikan dengan berjalannya waktu. Mereka merubah tujuan dan merevisi pencarian berdasarkan pengalaman mereka.

2.4.3    Penerapan Model Keprilakuan Pengambilan Keputusan pada SIM
Teori leprilakuan adalah sebuah model deskriptif dari pengambilan keputusan keorganisasian. Di sini tekanannya adalah pada pemuasan, penghindaran ketidakpastian untuk mengendalikan lingkungan, adanya tujuan yang tidak konsisten berdasarkan persekutuan keorganisasian para anggota yang ada, pencarian persoalan yang sistimulasi, dan perilaku penyesuaian keorganisasian dengan berjalannya waktu. Nilai utama pola keperilakuan pada perancangan SIM adalah menyadarkan perencanaan pada pertimbangan – pertimbangan keperilakuan.



BAB III
Penutup

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas sangatlah jelas bahwa hadirnya teknologi komputer telah memberikan kontribusi yang sangat positif dalam sistem informasi manjemen dan SIM juga sangat dibutuhkan oleh para pemimpin dalam suatu organisasi atau perusahaan untuk pengambilan keputusan yang dapat dipertanggungjawabkan. Bagi manajer, kehadiran komputer dalam SIM bukan saja memberikan kontribusi positif, lebih jauh dari itu, proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah,murah, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sehubungan dengan hal uraian tersebut di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan:
1.      SIM bukanlah komputer, ia merupakan pengembangan dari ilmu manajemen dan telah ada jauh sebelum hadirnya komputer;
2.      SIM merupakan metode bagi para pimpinan perusahaan/manajer dalam upaya pengambilan keputusan yang dapat dipertanggunjawabkan;
3.      Hadirnya teknologi komputer telah mem- bawa perubahan besar bagi aktivitas Sistem Informasi Manajemen;
4.       SIM yang berbasis komputer dapat menyajikan informasi (sebagai bahan dalam pengambilan keputusan) yang mermutu, bernilai dan berkualitas, yaitu informasi yang relevan bagi perusahaan/ organisasi, yang akurat dan tentu saja informasi yang tepat waktu atau tidak basi atau kadaluwarsa;
5.      Dengan adanya SIM berbasis komputer penyimpanan arsip atau dokumen- dokumen yang dilakukan oleh para man- ager secara komputerisasi lebih efektif dan efisien daripada sebelumnya yang dengan menggunakan penyimpanan secara manual.  6. Dengan adanya SIM berbasis komputer  penyimpanan secara komputerisasi ini dapat diproses dengan cepat dan dalam pencariannya tidak membutuhkan waktu yang lama, selain itu dokumen dapat dirawat secara digital. 
Dengan aktivitas SIM yang berbasis komputer ini, para pimpinan perusahaan/ manajer dapat lebih mudah, murah, efisien dan efektif dalam upaya pengambilan kepu- tusan, termasuk di dalamnya dalam melaku- kan fungsi-fungsi manajemen, seperti per- encanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakkan (actuating), dan pengawasan (controlling) yang hasil kepu- tusannya tersebut harus dapat dipertang- gungjawabkan.  


DAFTAR PUSTAKA


Davis, Gordon B., Management Information Systems : Conceptual Foundations, Structure, and Development, Tokyo : McGraw-Hill Kogakusha, 1974; Terj, Adiwardana, Andreas S., Kerangka Dasar Sistem Informasi Managemen Bagian I: Pengantar, Jakarta, PT. Pustaka Binaman Pressindo, 2002, Cetakan ke-12.

Sabtu, 07 Maret 2015

PENGARUH IPTEK TERHADAP TATA NILAI BUDAYA

Pengaruh IPTEK terhadap tata nilai budaya


Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya. Mungkin itu adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan begitu beragamnya budaya yang ada di Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Beribu-ribu pulau, suku, Bahasa dan adat membuat Indonesia mempunyai daya Tarik tersendiri bagi Negara lain.
Dipandang dari adat dan wilayah ke”Timur”annya, maka Indonesia sangat berbeda dengan adat yang berada di wilayah “Barat”. Kebanyakan orang timur sangat menunjung tinggi nilai-nilai budayanya sendiri sebagai aset untuk melestarikan daeran dan budayanya secara turun-menurun. Nila budaya yang dimaksud adalah sopan, santun, taat, saling menghormati, saling menghargai dan menjunjung tinggi adat, maupun tata krama pergaulan.
Perkembangan teknologi tentu membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan kita. Namun memang dalam perkembangannya terdapat beberapa dampak. Baik itu dampak negative maupun positif.

Bidang Informasi Dan Komunikasi
Dalam bidang informasi dan komunikasi telah terjadi kemajuan yang sangat pesat. Dari kemajuan dapat kita rasakan dampak positifnya antara lain:
a. Kita akan lebih cepai mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian manapun melalui internet.
b. Kita dapat berkomimikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
c. Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.
Disamping keuntungan keuntungan yang kita peroleh ternyata kemajuan kemajuan teknologi tersebut dimanfaatkan juga untuk hal-hal yang negatif, antara lain:
a. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas)
b. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan fihak tertentu untuk tujuan tertentu
c. Kerahasiaan alat tes semakin terancam Melalui internet kita dapat memperoleh lnformasi tentang tes psikologi, dan be.hlcan dapat memperoleh lxya,nan tes psikologi secara langsung dari internet.
d. Kecemasan teknologi  Selain itu ada kecemasan skala kecil akibat teknologi ' komputer. Kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan berbagai file penting dalam komputer inilah beberapa contoh stres yang terjadi karena teknologi. Rusaknya modeminternet karena disambar petir.

Bidang Ekonomi dan Industri
Dalam bidang ekonomi teknologi berkembang sangat pesat. Dari kemajuan teknologi dapat kita rasakan manfaat positifnya antara lain:
a. Perlumbuhan ekonomi yang semakin tinggi
b. Terjadinya industrialisasi
c. Produktifitas dunia industri semakin menhigkat
Kemajuan teknologi akan meninglcatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. Investasi d.an reinvestasi yang berlangsung secara besar-besaran yang akan semakin meningkatkan produktivitas dunia ekonomi. Di masa depan, dampak perkembangan teknologi di dunia industri akan semakin penting. Tanda-tanda telah rnenunjukkan bahtiva akan segera. muncul teknologi bisnis yang memunglcinkan konsumen secara individual melakukan kontak langsung dengan pabrik sehingga pelayanan dapat dilaksanakan secara langsung dan selera individu dapat dipenuhi, dan yang lebih penting konsumen tidak perlu pergi ke toko.
Persaingan dalam dunia kerja sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.Kecenderungan perkembangan teknologi dan ekonomi, akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan kualifikasi tenaga kerja yang diperlukan. Kualifikasi tenaga kerja dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan akan mengalami perubahan yang cepat. Akibamya, pendidikan yang diperlukan adalah pendidikan yang menghasilkan tenaga kerja yang mampu mentxansformasikan pengetahuan dan skill sesuai dengan tuntutan kebutuhan tenaga kerja yang berubah tersebut.
Di bidang kedokteran dan kemajauan ekonomi mampu menjadikan produk kedokteran menjadi komoditi Meskipun demikian ada pula dampak negatifnya antara lam; 1. terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan2. Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara. moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental "instant".

Bidang Sosial dan Budaya
1.            Perbedaan kepribadian pria dan wanita.
Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun daiam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan gria semakin menonjol.
Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wauitx dalamkepemimpina.u semakin membesar. Semakin banya.k wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
2.            Meningkatnya rasa percaya diri
Kemajuan ekonomi di negara-negara Asia melahirkan fenomena yang menarik. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri sebagai suatu bangsa akan semakin kokoh. Bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
3.            Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras
Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negatip pada aspek budaya:
a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi "kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani".
b. Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperfi gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
c. Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kim semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.

Bidang Pendidikan
Teknologi mempunyai peran yang sangat penting dalam bidang pendidikan antara. lain:
a. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
b. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baiv, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teirnoiogi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak.
c.  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Dengan kemajuan teknologi proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos internet dan lain-lain.Disamping itu juga muncul dampak negatif dalam proses pendidikan antara lain: Kerahasiaan alat tes semakin tehincam Program tes inteligensi seperti tes Raven, Differential Aptitudes Test dapat diakses melalui compact disk.. Implikasi dari permasalahan ini adalah, tes psikologi yang ada akan mudah sekaii bacor, dan pengembangan tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui intemet tersebut.

Bidang politik
a. Timbulnya kelas menengah baru PerCumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru. Kemampuan, keterampilan serta gaya hidup mereka sudah tidak banyak berbeda dengan kelas menengah di negara-negera Barat. Dapat diramalkan, kelas menengah baru ini akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
b. Proses regenerasi kepemimpinan. Sudah barang tentu peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan. Nafas kebebasan dan persamaan semakin kental.
c. Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang tekaoiogi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

MANUSIA DAN KEBUDAYAAN 


Indonesia terkenal dengan keragaman budayanya. Manusia dan kebudayaan adalah satu hal yang tidak bisa di pisahkan karena di mana manusia itu hidup dan menetap pasti manusia akan hidup sesuai dengan kebudayaan yang ada di daerah yang di tinggalinya.
Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi satu sama lain dan melakukan suatu kebiasaan-kebiasaan yang terus mereka kembangankan dan  kebiasaan-kebiasaan tersebut akan menjadi kebudayaan. Setiap manusia juga memiliki kebudayaan yang berbeda-beda, itu disebabkan mereka memiliki pergaulan sendiri di wilayahnya sehingga manusia di manapun memiliki kebudayaan yang berbeda masing-masing.
Perbedaan kebudayaan disebabkan karena perbedaan yang dimiliki seperti faktor Lingkungan, faktor alam, manusia itu sendiri dan berbagai faktor lainnya yang menimbulkan Keberagaman budaya tersebut, seiring dengan berkembangnya teknlogi informasi dan komunikasi yang masuk ke Indonesia diharapkan dapat dapat memberikan pengaruh yang positif terhadap kebudayaan masing – masing daerah, karena kebudayaan merupakan jembatan yang menghubungkan dengan manusia yang lain.

A.    Pengertian Manusia
Secara bahasa manusia berasal dari kata “manu” (Sansekerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir, berakal budi atau makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain). Secara istilah manusia dapat diartikan sebuah konsep atau sebuah fakta, sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu.
Manusia adalah mahluk yang luar biasa kompleks. Kita merupakan paduan antara mahluk material dan mahluk spiritual. Dinamika manusia tidak tinggal diam karena manusia sebagai dinamika selalu mengaktivisasikan dirinya.

B.     Pengertian Kebudayaan

Kata kebudayaan berasal dari kata budh, budhi, budhaya dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kebudayaan yang berasal dari kata budi dan daya. Budi adalah akal yang merupakan unsure rohani dalam kebudayaan, sedangkan daya berarti perbuatan atau ikhtiar sebagai unsure jasmani, sehingga kebudayaan diartikan sebagai hasil dari akal dan ikhtiar manusia (supartono, 2001; Prasetya, 1998).

C.     Kaitan Manusia dan Budaya

Manusia sebagai perilaku kebudayaan yakni dapat dipandang setara yang dinyatakan sebagai dialektis, proses dialektis tercipta melalui tiga tahap:

1.    Eksternalisasi, proses manusia mengekspresikan dirinya dalam membangun dunianya
2.   Obyektivitas, proses masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia
3.    Internalisasi, proses masyarakat disergap kembali oleh manusia, yakni manusia yang mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dapat hidup dengan baik

Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan, dan setclah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dcngannya. Tampak bahwa keduanya akhimya merupakan satu kesatuan. Contoh sederhana yang dapat kita  lihat adalah hubungan antara manusia dengan peraturan -peraturan kemasyarakatan.
Pada saat awalnya peraturan itu dibuat oleh manusia, setelah peraturan itu jadi maka manusia yang membuatnya harus patuh kepada peraturan yang dibuatnya sendiri itu. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri. Apa yang tercakup dalam satu kebudayaan tidak akan jauh menyimpang dari kemauan manusia yang membuatnya.
Apabila manusia melupakan bahwa masyarakat adalah ciptaan manusia, dia akan menjadi terasing atau tealinasi (Berger, dalam terjemahan M.Sastrapratedja, 1991; hal : xv).
Manusia dan kebudayaan, atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatasan masalah dan waktu agar penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.

D.    Kesimpulan

Secara sederhana hubungan manusia dan kebudayaan adalah sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia. Dalam ilmu sosiologi manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwi tunggal yang berarti walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan mengatur kehidupan manusia yang sesuai dengannya. 

Jumat, 05 Desember 2014

Diskriminasi



 Diskriminasi adalah perbedaan.

Sedangkan menurut istilah diskriminasi adalah perlakuan pembedaan/pengucilan secara langsung atau tidak langsung terhadap orang lain dengan didasarkan ras,suku,warna kulit,agama,dll.
Diskriminasi dalam bahasa Arab disebut Tafriq, merupakan sifat tercela yang hasrus dihapuskan. Islam tidak mengenal Diskriminasi karena hal tersebut adalah sifat tercela.

Contoh perbuatan Diskriminatif  seperti, di Amerika Serikat, adanya penggolongan antara orang yang berkulit putih dengan orang yang berkulit hitam ( orang Negro ),Orang kulit putih beranggapan bahwa mereka adalah orang pribumi.Sedangkan orang Negro dianggap sebagai budak dan merupakan sumber kerusuhan dan kekacauan.

Dari penggalan diatas dapat disimpulkan bahwa diskriminasi tidak diperkenankan, karena dengan adanya diskriminasi suatu bangsa tidak dapat bersatu dengan baik. Dalam hal ini pun diharapkan bahwa pemerintah dapat menangangi hal seperti ini dengan bijaksana

Selasa, 28 Oktober 2014

Sistem Pendidikan di Indonesia

Menurut saya, sistem pendidikan di Indonesia bisa dikatakan masih jauh dari kata maksimal dibandingkan dengan Negara-negara maju di dunia. Sebenarnya sistem akademik di Indonesia sudah dapat dibandingkan dengan Negara maju lainnya, namun dalam bidang pendidikannya kita masih tertinggal sangat jauh.
Seperti yang kita ketahui, saat ini sistem pendidikan di Indonesia sedang menerapkan kurikulum 2013. Menurut saya sebagai Mahasiswa, penerapan kurikulum tersebut kurang efektif bagi siswa. Karena siswa dipaksa untuk berangkat sekolah dari pagi hari dan baru selesai pembelajaran pada sore hari. Padahal kapasitas otak manusia hanya dapat mampu berkonsentrasi penuh selama 2 jam paling lama, namun para siswa dipaksa untuk berkonsentrasi dari pagi hingga sore hari dengan mata pelajaran yang padat.
Belum lagi para orang tua murid yang merasa belum puas dengan hanya anak-anaknya mendapatkan pelajaran dari sekolah, mereka pun banyak yang mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar. Hal tersebut juga dikarenakan faktor dari sekolah yang menuntut para murid untuk memaksimalkan kecakapan dan kognisi. Padahal dengan waktu belajar yang diforsir seperti itu malah membuat mental para murid menjadi down.
Dan seperti yang sedang lazim saat ini dan sudah menjadi pembicaraan umum adalah tentang korupsi. Bidang pendidikan pun tak luput dari incaran para koruptor. Seperti dana untuk Ujian Nasional yang dikorupsi oleh beberapa oknum pemerintahan dan membuat Ujian Nasional menjadi tidak bermutu dan hanya sekedar menjadi “formalitas” kelulusan.
Sebenarnya sistem pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik apabila kita mencontoh sistem pendidikan di Negara lain, seperti Jepang. Suksesnya Negara JEpang dalam bidang pendidikan berawal dari sistem pendidikn yang baik. Selain itu kita harus menindaklanjuti para koruptor yang terus menerus menggerogoti uang pembangunan Negara. Rubah sistem pendidikan di Indonesia dengan lebih mementingkan pendidikan karakter sejak dini. Karena sebuah Negara akan maju dimulai dari generasi muda. Mari kita rubah sistem pendidikan di Indonesia.

Menurut saya, sistem pendidikan di Indonesia bisa dikatakan masih jauh dari kata maksimal dibandingkan dengan Negara-negara maju di dunia. Sebenarnya sistem akademik di Indonesia sudah dapat dibandingkan dengan Negara maju lainnya, namun dalam bidang pendidikannya kita masih tertinggal sangat jauh.
Seperti yang kita ketahui, saat ini sistem pendidikan di Indonesia sedang menerapkan kurikulum 2013. Menurut saya sebagai Mahasiswa, penerapan kurikulum tersebut kurang efektif bagi siswa. Karena siswa dipaksa untuk berangkat sekolah dari pagi hari dan baru selesai pembelajaran pada sore hari. Padahal kapasitas otak manusia hanya dapat mampu berkonsentrasi penuh selama 2 jam paling lama, namun para siswa dipaksa untuk berkonsentrasi dari pagi hingga sore hari dengan mata pelajaran yang padat.
Belum lagi para orang tua murid yang merasa belum puas dengan hanya anak-anaknya mendapatkan pelajaran dari sekolah, mereka pun banyak yang mendaftarkan anak-anaknya untuk mengikuti bimbingan belajar. Hal tersebut juga dikarenakan faktor dari sekolah yang menuntut para murid untuk memaksimalkan kecakapan dan kognisi. Padahal dengan waktu belajar yang diforsir seperti itu malah membuat mental para murid menjadi down.
Dan seperti yang sedang lazim saat ini dan sudah menjadi pembicaraan umum adalah tentang korupsi. Bidang pendidikan pun tak luput dari incaran para koruptor. Seperti dana untuk Ujian Nasional yang dikorupsi oleh beberapa oknum pemerintahan dan membuat Ujian Nasional menjadi tidak bermutu dan hanya sekedar menjadi “formalitas” kelulusan.
Sebenarnya sistem pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih baik apabila kita mencontoh sistem pendidikan di Negara lain, seperti Jepang. Suksesnya Negara JEpang dalam bidang pendidikan berawal dari sistem pendidikn yang baik. Selain itu kita harus menindaklanjuti para koruptor yang terus menerus menggerogoti uang pembangunan Negara. Rubah sistem pendidikan di Indonesia dengan lebih mementingkan pendidikan karakter sejak dini. Karena sebuah Negara akan maju dimulai dari generasi muda. Mari kita rubah sistem pendidikan di Indonesia.